Ilustrasi bawang merah. (FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin)
Ilustrasi bawang merah. (FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin)

Ekspor Bawang Merah bukan Langkah Tepat

Ekonomi harga bawang merah
08 Mei 2019 10:18
Jakarta: Pengamat ekonomi Universitas Indonesia Fithra Faisal menilai ekspor bawang merah yang dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) sebagai langkah keliru sebab stok untuk kebutuhan nasional belum tercukupi sehingga harga komoditas tersebut di dalam negeri melonjak dan menimbulkan inflasi.
 
"Kalau barang tidak ada semestinya stok disimpan dulu untuk menahan lonjakan harga saat Ramadan. Dilihat dari situ saja, pengambilan kebijakannya sudah cacat nalar," ujar Fithra kepada Media Indonesia, Selasa, 7 Mei 2019.
 
Ia khawatir jika kesalahan terus diulang ke depan, inflasi akibat produk hortikultura dapat meningkat lagi pada Mei 2019 atau semasa Ramadan. "Jangan sampai ini terus dilakukan hanya untuk memenuhi key performance index (KPI)."
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk diketahui, berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), bawang merah dan bawang putih merupakan pemicu utama inflasi April 2019. Inflasi kala itu tercatat 0,44 persen.
 
Bahan makanan menjadi kelompok pengeluaran yang memberi kontribusi terbesar yakni mencapai 1,45 persen atau memiliki andil 0,31 persen pada tingginya inflasi bulan keempat ini. Secara rinci, bahan makanan yang mengalami eskalasi harga signifikan ialah bawang merah yang naik hingga 22,93 persen.
 
Melihat data BPS ini, Fithra menilai ada yang tidak tepat dalam pelaksanaan tata kelola komoditas tersebut. Hal senada diutarakan pengamat sekaligus mantan Menteri Pertanian Anton Supriyantono. Ia menyayangkan keputusan prematur yang diambil terkait ekspor bawang merah.
 
"Mereka tidak memperhatikan keseimbangan pasokan. Tidak ada penghitungan yang tepat, yang matang, nantinya akan kurang atau lebih," ucapnya.
 
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pada akhir Maret lalu Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengumumkan ekspor bawang merah sebesar 70 ribu ton ke enam negara termasuk Thailand dan India. Mentan mengklaim stok bawang merah hingga awal Mei mencapai 132 ribu ton dengan tingkat kebutuhan sekitar 112 ribu ton sehingga ada surplus 20 ribu ton. (Media Indonesia)
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif