"Kenaikan itu terjadi karena indeks harga yang diterima petani mengalami kenaikan lebih besar dari kenaikan indeks harga yang dibayar petani," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Panasunan Siregar, di Denpasar, Kamis (6/8/2015).
Ia mengatakan, indeks harga yang diterima petani (lt) mengalami kenaikan sebesar 0,94 persen dan indeks yang dibayar petani (lb) juga meningkat 0,49 persen. Kenaikan indeks harga yang diterima petani dipicu oleh meningkatnya harga-harga pada kelompok perikanan tangkap sebesar 1,29 persen dan kelompok budidaya perikanan 0,26 persen.
Sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain ikan tongkol, cakalang, tuna, tenggiri, lele, patin dan gurame. Sementara kenaikan pada indeks yang dibayar petani didorong oleh naiknya indeks konsumsi rumah tangga sebesar 0,65 persen serta biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM) 0,14 persen.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Kadiskanla) Provinsi Bali I Made Gunaja dalam kesempatan terpisah menjelaskan, pihaknya memberikan bantuan 60 buah perahu dan 117 unit motor tempel kepada nelayan di empat kabupaten yang meliputi Jembrana, Buleleng, Tabanan dan Karangasem.
Bantuan di 2015 itu dengan harapan para nelayan mampu meningkatkan hasil tangkapan sekaligus memperbaiki tingkat pendapatan dan kesejahteraan. Hasil tangkapan nelayan untuk beberapa jenis ikan selalu meningkat setiap tahunnya. Hal tersebut membuktikan bahwa nelayan di Bali memiliki potensi cukup baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News