Menko Perekonomian Darmin Nasution (Foto: Setkab)
Menko Perekonomian Darmin Nasution (Foto: Setkab)

Pemerintah Atur Strategi Tekan Harga Tiket Pesawat

Ekonomi bisnis maskapai pesawat penerbangan Tarif Tiket Pesawat
Antara • 15 Agustus 2019 13:04
Batam: Pemerintah sedang mengatur strategi untuk menekan harga tiket pesawat agar tidak terlalu tinggi sehingga masyarakat mampu membeli dengan harga yang proporsional. Harapannya bisa kembali menggeliatkan industri penerbangan di Tanah Air dan mempermudah masyarakat dalam mengakses transportasi udara.
 
"Pemerintah sedang merancangnya," kata kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, usai meresmikan MRO yang dikelola Lion Air Group dan Garuda Indonesia di Batam, Kepulauan Riau, seperti dikutip dari Antara, Kamis, 15 Agustus 2019.
 
Menko Darmin memastikan strategi yang akan diterapkan bersifat berkelanjutan, tidak hanya sementara. Ia mengatakan dari seluruh komponen biaya industri penerbangan, sebanyak 60 persennya adalah operasional, dan 50 persen dari operasional adalah belanja bahan bakar.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Karenanya pemerintah berupaya untuk mengefisiensikan belanja bakan bakar. "Tentu, saja kami siapkan, avtur sedang rancang bagaimana melakukan itu. Pemerintah sudah berbicara dengan Angkasa Pura," kata dia.
 
Solusi jangka panjang untuk bahan bakar adalah dengan mengupayakan green avtur yang terbuat dari CPO, sehingga harganya bisa relatif lebih murah. Kemudian, dari sisi biaya perbaikan dan perawatan pesawat, kini sudah berdiri Maintanance, Repair and Overhaul (MRO) yang dipercaya dapat menghemat pengeluaran perusahaan maskapai.
 
Lalu dari sisi pengeluaran onderdil pesawat, pemerintah juga akan mengaturnya. Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama GMF AeroAsia Tazar Marta Kurniawan mengatakan keberadaan MRO mampu menghemat devisa hingga USD750 juta dari pengeluaran pihaknya dari biaya perawatan dan perbaikan pesawat.
 
Senada dengan Garuda, Direktur Batam Aero Technic Lion Air Group I Nyoman Rai Pering mengatakan keberadaan MRO di Batam mampu menekan pengeluaran hingga jutaan dolar AS. Dengan adanya penghematan pengeluaran, maka harga tiket pesawat ke depannya dapat ditekan.
 
"Perawatan pesawat murah kami menjual tiket lebih murah sehingga makin banyak yang terbang. Perusahaan penerbangan makin tumbuh menyambung pulau-pulau. Indonesia menjadi tuan rumah untuk meraih pasar regional," pungkas dia.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif