Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)
Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)

Luhut Cari Penyebab Harga Garam Anjlok

Ekonomi garam harga garam
11 Juli 2019 13:04
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengaku akan mencari tahu penyebab harga garam yang anjlok belakangan ini. Ia tidak mau berspekulasi soal harga garam yang hanya dihargai Rp300 per kg.
 
"Kami sedang melihat itu, apakah karena impor atau apa," katanya, saat ditemui di Kemenko Maritim, Jakarta, seperti dikutip Antara, Kamis, 11 Juli 2019.
 
Luhut mengaku belum tahu jika penyebab penurunan harga garam disebabkan oleh pasokan garam impor yang bocor dan merusak harga pasaran. "Saya belum tahu," imbuhnya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, Luhut memastikan kualitas garam dalam negeri terus mengalami perbaikan. Serapan garam dalam negeri untuk kebutuhan nasional pun dinilai cukup. "(Kualitas) garam kita membaik karena kita banyak yang produksi garam industri," ucapnya.
 
Sebelumnya, petani garam di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, merugi pada musim panen kali ini, karena hanya dihargai Rp300 per kilogram. Mereka berharap pemerintah segera mencarikan solusi untuk para petani garam, sehingga nantinya, kesejahteraan para petani garam bisa terjaga.
 
Di sisi lain, sejumlah tengkulak yang masih menyisakan ribuan ton garam di Cirebon, Jawa Barat, terpaksa harus menjual garamnya dengan harga yang lebih rendah. Hal tersebut membuat mereka mengalami kerugian.
 
Seperti yang terlihat di salah satu gudang garam di Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon. Di gudang tersebut, masih terlihat tumpukan karung stok garam hasil panen tahun lalu.
 
Tumpukan garam juga terlihat disepanjang jalan masuk Desa Rawaurip. Masih banyaknya garam milik petani ini, dikarenakan sulitnya menjual garam. Sedangkan, petani garam di wilayah tersebut sudah mulai kembali memanen garam.
 
Bunyamin, salah satu pekerja di salah satu gudang garam mengatakan bosnya terpaksa menjual garam stok panen tahun lalu dengan harga yang lebih murah. Saat ini, harga garam stok dari gudang dihargai mulai dari Rp500-Rp700 perkilogram.
 
"Padahal saat beli waktu panen kemarin, harganya mencapai Rp1.000 lebih," ungkap Bunyamin.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif