Ilustrasi. Foto : MI/BARY FATHAHILAH.
Ilustrasi. Foto : MI/BARY FATHAHILAH.

Makassar Diharap Kembangkan Bibit Ayam DOC Secara Mandiri

Ekonomi mentan
Antara • 27 Oktober 2019 15:20
Jakarta: Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mendorong Pemerintah Kota Makassar, Sulsel, mengembangkan pembibitan ayam kampung dan menghasilkan bibit ayam atau day old chicken (DOC) secara mandiri agar tidak lagi bergantung pasokan dari Pulau Jawa.
 
Hal itu diungkapkan Mentan dalam kunjungan kerja pertamanya ke Balai Diklat Universitas Muhammadiyah (Unismu), Makassar, Sulsel, Sabtu, 26 Oktober 2019.
 
"Saya berharap ke depan ada industri pembibitan ayam kampung di Makassar, sehingga tidak selalu tergantung dari Pulau Jawa yang dapat mengakibatkan biaya menjadi mahal karena distribusi," kata SYL dikutip dari Antara, Minggu, 27 Oktober 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


SYL didampingi antara lain Sekretaris Jenderal Momon Rusmono, Inspektur Jenderal Justan R. Siahaan, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) I Ketut Diarmita, Kepala Badan Litbang Pertanian Fajri Djufry, Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil, serta beberapa pejabat eselon II lingkup Kementerian Pertanian.
 
Mentan secara khusus berpesan kepada Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) untuk memastikan populasi ternak dan industri pakan nasional.
 
Agribisnis peternakan ayam kampung dan industri pakan ternak yang dikembangkan Unismu ini ditujukan untuk mendidik dan melatih para peternak, serta mengembangkan sektor agribisnis yang dapat memperkuat ketahanan pangan nasional. Kegiatan agribisnis ini berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.
 
Pada tahun ini, produksi ayam DOC ditargetkan dapat mencapai 2 juta ekor dan ayam siap potong sebanyak 2,4 juta ekor per tahun, bahkan tahun berikutnya target tersebut bisa meningkat 100 persen hingga total 8,8 juta ekor per tahun.
 
Mentan juga memberikan kuliah umum pada acara stadium general di Universitas Muhammadiyah (Unismu) Makassar yang dihadiri ribuan mahasiswa. Dalam kuliah umumnya, SYL mengajak mahasiswa berkomitmen dan semangat untuk terus belajar menjadi kunci paling penting dalam meraih kesuksesan. Kegiatan belajar tidak sebatas di kampus, tapi juga melalui jaringan pertemanan.
 
Untuk menyukseskan pembangunan pertanian, SYL menyebutkan peralatan modern saja tak cukup. Para pelaku pertanian pun disebutnya harus memiliki kemampuan adaptasi yang baik.
 
Saat ini peternakan ayam kampung milik Kampus Unismu Makassar ini memproduksi DOC dan daging ayam segar dengan kapasitas 100 ribu ekor.
 
Selain itu, Unismu mengembangkan produksi jagung industri 3.200 ton per tahun, budi daya jagung 20 ribu ha per musim tanam atau 240 ribu ton per tahun (asumsi panen 2x setahun). Pemasaran komoditas ini difokuskan kebutuhan dalam negeri, dan kedepan dimungkinkan akan melakukan ekspor.
 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif