Menaker M Hanif Dhakiri (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)
Menaker M Hanif Dhakiri (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)

Indonesia Siap Kirimkan Ribuan Tenaga Kerja ke Jepang

Ekonomi berita kemenaker
Gervin Nathaniel Purba • 25 Juni 2019 14:04
Jakarta: Indonesia siap mengirim sekitar 350 ribu tenaga kerja ke Jepang untuk ditempatkan pada 14 bidang industri dan kategori pekerjaan selama lima tahun ke depan.
 
Jepang saat ini sedang membutuhkan banyak tenaga kerja karena mengalami aging population (penuaan).
 
Kesepakatakan pengiriman tenaga kerja tersebut tertuang dalam penandatanganan kerja sama (Memorandum of Cooperation/MoC) yang ditandatangani Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri dengan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii. Penandatanganan dilakukan di Gedung Tridharma, Kantor Pusat Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Jakarta Selatan, Selasa, 25 Juni 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebanyak 14 bidang industri dan kategori pekerjaan yang membutuhkan banyak tenaga kerja ialah perawat; building cleaning management; bagian-bagian mesin dan industri perkakas; mesin industri; elektrik, elektronik, dan informasi; konstruksi; industri perkapalan; pemeliharan mobil; industri penerbangan; industri akomomdasi; pertanian; perikanan; manufacture of food and bevarages, dan industri layanan makanan.
 
"Jepang mengalami aging population. Sementara, Indonesia mengalami bonus demografi. Kerja sama ini sangat menguntungkan kedua pihak. Target lima tahun ke depan, syukur bisa mengambil 20 persen dari sekitar 350 ribu tenaga kerja selama lima tahun," ujar Hanif usai penandatanganan.
 
Selama ini, Indonesia selalu mengirimkan peserta magang ke Jepang. Kali ini, Jepang lebih terbuka untuk penempatan tenaga kerja. Pengiriman tenaga kerja ini juga melibatkan swasta.
 
Hanif belum bisa memperkirakan jumlah tenaga kerja yang akan dikirim ke Jepang pada tahun ini. Namun, Kemenaker akan memprioritaskan dahulu para peserta magang yang masih aktif di Jepang dan peserta yang pernah magang di Jepang.
 
Indonesia Siap Kirimkan Ribuan Tenaga Kerja ke Jepang
Menaker M Hanif Dhakiri menandatangani Memorandum of Cooperation dengan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)
 
"Buat alumni magang, jika berminat ke Jepang lagi akan segera dipersiapkan. Yang masih magang, bisa extend menjadi lima tahun, selama ini magang hanya tiga tahun. Mereka sudah minimal menguasai bahasa Jepang dan paham kultur di sana," ujarnya.
 
Bagi yang berminat, bisa menghubungi atau mendaftar melalui website Kemenaker, Dinas Ketenagakerjaan, BNP2TKI, dan Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA). Proses seleksi akan dilakukan oleh pihak Kedutaan Jepang.
 
Lantaran penguasaan bahasa Jepang menjadi salah satu kendala, pemerintah berencana akan membuat pusat pelatihan bahasa Jepang. Hal ini dapat meningkatkan peminat untuk bekerja di Jepang.
 
Sementara itu, baik Hanif maupun Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii tidak bisa merinci bidang mana saja yang paling banyak membutuhkan tenaga kerja. Masafumi mengatakan semua bergantung pada permintaan dari masing-masing bidang.
 
Dalam pemenuhan tenaga kerja, Jepang tidak hanya bekerja sama dengan Indonesia saja, melainkan juga dengan Vietnam, Filipina, dan Kamboja. Namun Indonesia menjadi negara pertama yang diajak bekerja sama.
 
"Sejarah kerja sama yang kuat antara Indonesia dengan Jepang menjadi salah satu alasan. Selain itu Indonesia juga memiliki potensi pertumbuhan ekonomi yang bagus," kata Masafumi.
 

(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif