Ilustrasi - - Foto: AFP/ JUSTIN SULLIVAN
Ilustrasi - - Foto: AFP/ JUSTIN SULLIVAN

Data Pengguna Mata Uang Facebook Rentan Bocor

Ekonomi media sosial cryptocurrency Libra Facebook
Desi Angriani • 31 Juli 2019 05:40
Jakarta: Kemunculan mata uang digital Facebook atau yang disebut Libra menuai pro dan kontra. Banyak kalangan berpendapat bahwa cryptocurrency yang dibesut oleh raksasa media sosial ini rentan terhadap kebocoran data pengguna.
 
Ekonom Bank Permata Josua Pardede menyebut Facebook sendiri pernah tersandung kasus kebocoran data pengguna atau skandal keamanan Cambridge Analytica pada tahun lalu.
 
Facebook dijatuhi denda sebesar USD5 miliar oleh Komisi Perdagangan Federal AS (FTC) karena dianggap lalai melindungi data pribadi pengguna.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sebenarnya ini terkait di parlemen sendiri pernah bermasalah dengan kebocoran data pengguna FB dan masalah keamanan," ucap Josua kepada Medcom.id di Jakarta, Selasa, 30 Juli 2019.
 
Menurutnya penggunaan mata uang digital memiliki tingkat risiko yang tinggi selama mata uang konvensional masih menjadi alat pembayaran yang sah dan diakui di negara masing-masing.
 
Dengan adanya skandal FB tersebut, diramal bakal menghambat jalan Libra untuk mendapatkan lampu hijau dari parlemen AS. Apalagi Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan penolakannya terhadap mata uang kripto lantaran sangat fluktuatif dan tidak bisa diandalkan.
 
"Dalam parlemen AS belum mendapatkan lampu hijau karena ini jangan sampai diperdagangkan padahal di negara sendiri belum dapat persetujuan," ungkap dia.
 
Serupa, pengamat ekonomi Bhima Yudhistira menilai penggunaan Libra akan berdampak pada terganggunya stabilitas moneter di negara berkembang seperti Indonesia. Hal ini karena tidak berada di bawah kendali bank sentral
 
"Kemudian soal keamanan data, kita belum punya UU perlindungan data pribadi," ungkap Bhima saat dihubungi Medcom.id.
 
Ia menambahkan beralihnya masyarakat ke mata uang virtual itu juga akan mengguncang sistem perbankan dunia serta melibas mata uang dolar Amerika Serikat (AS). Bahkan kekuasaan bank sentral dan pemerintah dalam mencetak uang menjadi tereduksi.
 
"Sangat mungkin orang mulai berpindah ke Libra dari mata uang konvensional. Jika 2,6 miliar pengguna Facebook beralih ke Libra, dolar akan semakin ditinggalkan," tambahnya.
 
Adapun Libra akan menyasar negara berkembang yang kurang memiliki akses ke sistem perbankan tradisional.Teknologi untuk bertransaksi dengan Libra akan tersedia dalam aplikasi khusus.
 
Pengguna Libra bisa menyimpannya dalam dompet digital bernama Calibra.Transaksi itu juga bisa dilakukan via WhatsApp dan Facebook Messenger.
 
Meski diciptakan oleh Facebook, Libra akan dikelola oleh sekumpulan perusahaan finansial, organisasi nirlaba, dan perusahaan dagang yang dinamai Libra Association.
 
Perusahaan-perusahaan itu harus berkontribusi minimal USD10 juta. Mereka antara lain, Facebook, Mastercard, PayPal, eBay, dan perusahaan mata uang cripto Coinbase.
 

 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif