Ilustrasi. FOTO: ANTARA/Yudhi Mahatma
Ilustrasi. FOTO: ANTARA/Yudhi Mahatma

Penguatan USD Justru Tingkatkan Konsumsi Rupiah

Eko Nordiansyah • 10 November 2015 08:47
medcom.id, Jakarta: Direksi PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengaku bisnisnya cukup terganggu akibat penguatan dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah. Namun demikian, ada dampak tidak langsung yang cukup mengejutkan dari penguatan dolar AS tersebut.
 
"Rupiah secara langsung memukul kami punya ekspansi, tapi secara tidak langsung dampak pelemahan rupiah ini menarik," ujar Wakil Presiden Direktur BCA Eugene Keith Galbraith, di Gedung BEI, SCBD, Jakarta Selatan, Senin, 9 November.
 
Dirinya menambahkan, kondisi itu terlihat dari bagaimana konsumsi masyarakat di dalam negeri begitu tinggi. Sementara penguatan dolar juga membuat sebagian orang menghabiskan uangnya di Indonesia.

"Saya melihat sejak pertengahan 2014 sampai sekarang, Sabtu dan Minggu keluar makan siang, pesan, sulit dapat meja. Orang yang tadinya punya anggaran jalan ke luar negeri juga lebih pilih jalan di Indonesia saja. Makanya rupiah cenderung jalan-jalan di Indonesia," terang dia.
 
Di sisi lain, pembiayaan perusahaan oleh BCA juga terpengaruh akibat dari jatuhnya harga komoditas. Terutama dari perusahaan kelapa sawit yang menperoleh pinjaman dari bank tersebut.
 
"Misal kelapa sawit, kita punya beberapa peminjam bisnis itu. Kalau bisnisnya berkurang karena harga komoditi tinggi jadi mereka akan kurangi tenaga kerjanya," pungkasnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AHL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan