Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Feri)
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Feri)

Indonesia Jadi Negara Pertama Implementasi Sawit untuk Biodesel

Husen Miftahudin • 27 Januari 2016 13:31
medcom.id, Jakarta: Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengklaim, Indonesia menjadi negara pertama yang mengimplementasikan minyak kelapa sawit untuk bahan bakar biodiesel. Sebesar 20 persen minyak sawit akan dicampur biodiesel untuk menciptakan energi terbarukan atau yang biasa disebut sebagai B20.
 
Namun begitu, banyak tantangan yang akan dihadapi pemerintah, baik dari sisi teknis maupun nonteknis. Selain tantangan dari negara pengikut, sosialisasi ke masyarakat juga menjadi hambatan tersebdiri bagi pemerintah untuk menyukseskan B20.
 
"Dengan keyakinan dan semangat untuk mengembangkan produk dalam negeri, Indonesia akan dapat menyelesaikan sekaligus menjadi pionir penggunaan biodiesel pertama di dunia," tegas Darmin, dalam ajang pertemuan nasional sawit Indonesia di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jalan Lapangan Banteng Timur, Jakarta Pusat, Rabu (27/1/2016).

Dia menjelaskan, B20 memiliki banyak keuntungan, salah satunya dapat menghemat impor Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga 6,9 juta kiloliter (kl) per tahun. Maka itu, agar berjalan sukses, dia berharap agar kementerian yang menjadi regulator atas program ini terus memprioritaskan kebijakan mandatory B20 untuk tahun ini.
 
"Saya harap Kementerian ESDM sebagai regulator menegakkan kebijakan mandatory B20 bersama Pertamina dan BPDP kelapa sawit untuk tingkatkan penggunaan energi terbarukan di dalam negeri sekaligus promosikan ener‎gi ini ke seluruh dunia," papar dia.
 
Sementara itu, Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Rida Mulyana menegaskan untuk konsisten terhadap kebijakan ini. "Kita akan terus konsisten meskipun ada tantangan turunnya harga minyak dunia sehingga membuat gap atau subsidi yang disiapkan BPDP semakin besar," katanya.
 
Selain itu, pihaknya juga akan terus mempertahankan dan menjalin koordinasi agar program B20 ini bisa berjalan dengan baik secara berkala dan berkesinambungan dengan manfaat-manfaat yang sudah dirasakan. "Manfaat sudah kita rasakan, dari sektor ESDM kita lakukan pungutan dan disampaikan ke pengusaha agar mandatorinya sampai ke pasar," tutup Rida.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AHL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan