Menurut Direktur Utama Krakatau Steel Sukandar, dana capex sebanyak USD200 juta di 2017 akan dialokasikan untuk beberapa sektor, seperti konstruksi pabrik hot strip mill (HSM) II, push and packing line, reversing mill, pembangunan PLTU PT Krakatau Daya Listrik sebesar 2x80 megawatt (mw).
"Jadi ada empat yang akan disalurkan dari capex sebanyak USD200 juta," ucap Sukandar, ditemui usai paparan publik Krakatau Steel di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (20/10/2016).
Dana capex di 2017, menurut Sukandar, masih akan didapatkan dari pinjaman perbankan. Namun, untuk beberapa proyek, dana capex masih akan dirundingkan dalam mendapatkan raihan dari pinjaman perbankan.
"Mungkin bank loan USD40 juta. Kemudian PLTU KDL 2x80 MW ini bank-nya masih dirundingkan," tutur Sukandar.
Sepanjang tahun ini, lanjut Sukandar, perseroan mengalokasikan dana capex sebesar USD180 juta. Dana itu sudah diatur hingga akhir 2016.
"Dana itu digunakan untuk Blast Furnice (BF) sama sebagian untuk HSM II. Kita bayar uang muka (DP) HSM II saja sebesar USD46 juta. Itu segitu ajah bayar DP doang," tutup Sukandar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News