Pengembang Properti Optimistis Hadapi Tahun Politik 2018

Gervin Nathaniel Purba 14 Desember 2017 18:20 WIB
properti
Pengembang Properti Optimistis Hadapi Tahun Politik 2018
Salah satu pengembang properti, Green Pramuka City, optimistis menghadapi tahun politik 2018 (Foto:Gervin Nathaniel Purba)
Jakarta: Industri properti diyakini akan tumbuh baik pada 2018. Beberapa pengembang menyatakan rasa optimis, meski panasnya tahun politik berpotensi mengganjal pertumbuhan properti.

Sebagaimana diketahui, pada 2018 akan dilakukan pilkada serentak di beberapa provinsi. Pada tahun yang sama merupakan ajang kampanye para calon presiden dan wakilnya untuk Pilpres 2019. Begitu juga dengan Pileg 2019.

Salah satu yang optimistis ialah Green Pramuka City. Marketing Director Green Pramuka City, Jeffry Yamin, mengatakan tahun politik tak jadi masalah bagi seluruh pengembang.


Menurutnya, para pengembang sudah belajar dari setiap pilkada dan pilpres sebelumnya. Dia meyakini, bisnis properti tidak akan mendapat dampak buruk dari pentas politik tahun depan.

"Saya yakin pebisnis sudah mulai belajar," ujar Jeffry dalam paparannya di acara Media Gathering Kaleidoskop 2017 dan Overview 2018, di Kantor Marketing Green Pramuka City, Jakarta Pusat, Kamis, 14 Desember 2017.


(Foto:Gervin Nathaniel Purba)

Jeffry pun melihat masih ada peluang untuk menumbuhkan bisnis properti pada tahun depan. Permintaan terhadap apartemen diyakini tetap ada, mengingat tempat tinggal merupakan salah satu kebutuhan utama masyarakat.

"Prinsip saya, selalu ada peluang pada setiap persoalan," kata Jeffry, optimistis.

Di satu sisi, Jeffry berharap pentas politik  2018 berjalan lancar, sehingga tidak memberikan dampak besar yang akan menghambat pertumbuhan ekonomi nasional. "Yang penting jangan sampai huru-hara," ucapnya, berharap.


Marketing Director Green Pramuka City, Jeffry Yamin (Foto:Gervin Nathaniel Purba)

Jeffry menilai, pemerintah telah memberikan berbagai upaya terbaik dalam mendorong laju pertumbuhan ekonomi nasional. Hal itu sudah ditunjukkan dengan menerapkan berbagai kebijakan yang bertujuan memberikan stimulus pada sektor properti.

Kebijakan yang dimaksud ialah BI 7-Day Repot Rate, amnesti pajak, fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), paket kebijakan ekonomi, dan pembangunan infrastruktur.

"Kebijakan tesebut membuat saya optimistis dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan industri properti. Termasuk hunian vertikal, seperti apartemen," ucapnya.



(ROS)