medcom.id, Jakarta: Indonesia mulai mengembangkan tiga kawasan budidaya perikanan lepas pantai atau offshore aquaculture di Sabang, Provinsi Aceh, wilayah Laut Selatan Pulau Jawa, dan Pulau Karimun Jawa, Provinsi Jawa Tengah.
Pernyataan itu disampaikan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Budidaya Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Tri Hariyanto selepas menjadi pembicara dalam seminar yang diadakan Indonesian Council on World Affairs (ICWA) bersama Kantor Dagang dan Ekonomi Taiwan (TETO) di Jakarta.
"Mulai 2017 ini, kita tengah mengembangkan tiga budidaya perikanan lepas pantai di tiga wilayah di Aceh dan Pulau Jawa," kata Hariyanto, seperti dikutip dari Antara, Rabu 30 Agustus 2017.
Menurutnya budidaya perikanan lepas pantai merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta agar sumber daya perikanan dan perairan di Indonesia dapat dimanfaatkan secara penuh. Apalagi, Indonesia memiliki perairan cukup luas, sehingga jika tidak dioptimalisasi penggunaannya maka akan jadi sebuah kesalahan.
Dalam kesempatan itu, ia menerangkan, teknologi dari Norwegia dipilih untuk pengembangan awal budidaya perikanan lepas pantai, karena negara itu dianggap cukup berhasil mengelola sektor tersebut.
"Sekarang kita bisa lihat, sebagian besar produksi ikan salmon di Norwegia dicapai melalui metode budidaya perikanan lepas pantai. Harapannya, teknologi semacam itu dapat dipraktikkan untuk budidaya ikan kakap putih, seperti seabass dan barramundi," pungkas Hariyanto.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan