Ketua PII Hermanto Dardak (tengah). (FOTO: ANTARA)
Ketua PII Hermanto Dardak (tengah). (FOTO: ANTARA)

Kuantitas & Kualitas Jadi Tantangan bagi Insinyur Indonesia

Ekonomi persatuan insinyur indonesia
Eko Nordiansyah • 11 Oktober 2016 12:17
medcom.id, Jakarta: Persatuan Insinyur Indonesia (PII) menilai terdapat dua tantangan yang dihadapi oleh insinyur asal Indonesia. Tantangan pertama adalah mengenai kuantitasnya, sementara yang kedua adalah kualitasnya.
 
Ketua PII Hermanto Dardak mengatakan minat untuk menjadi sarjana teknik di Indonesia sangat rendah. Padahal di Malaysia 25 persen mahasiswa adalah jurusan teknik, Thailand 26 persen, Korea Selatan 33 persen dan Tiongkok 38 persen.
 
"Dari segi kuantitasnya, peminat pelajar untuk menjadi sarjana teknik semakin sedikit. Jumlah mahasiswa teknik hanya 15 persen dari keseluruhan jumlah mahasiswa yang ada di Indonesia," ujarnya di Hotel Royal Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (11/10/2016).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain secara kuantitas, kualitas yang dimiliki oleh insinyur Indonesia belum setara dengan negara tetangga. Hal ini dapat dilihat dari jumlah insinyur yang memegang sertifikat internasional di Indonesia yang masih sedikit.
 
Pada 2014, data PII mencatat adanya 750 ribu potensi insinyur. Sayangnya hanya 27 ribu orang yang menjadi insinyur dan 9.800 di antaranya merupakan insinyur profesional.
 
"Dari 9.800 orang insinyur tadi hanya 1.978 orang yang memiliki sertifikat internasional. Mereka memiliki Asian Charter Professional Enginering," pungkas dia.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif