Wakil Kepala Bulog Divre Karawang Khuardi menjelaskan perolehan surplus tersebut diperoleh dari hitungan berdasarkan kelebihan stok beras yang ada lalu dikurangi pengeluaran bantuan sosial dari pemerintah.
"Lalu dikurangi Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan penjualan komersial yang kemudian disebar ke wilayah nasional atau regional Jawa Barat," ujarnya, saat ditemui di Gudang Pengadaan Purwasari II, Karawang, Kamis, 24 Mei 2018.
Jika dirinci, tambahnya, persebaran distribusi dalam cakupan nasional mencapai 31 persen yang melingkupi Sumatera, Sulawesi, Kalimantan Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Sedangkan regional sebanyak 69 persen melingkupi wilayah Jawa seperti Subang, Indramayu, dan bandung.
"Bulog Karawang akan mengalokasikan beras sebanyak 7.500 ton untuk nasional dan untuk kebutuhan regional sebanyak 15.500 ton," tuturnya.
Sedangkan jenis kualitas beras yang akan didistribusikan ke wilayah tersebut beragam sesuai dengan kebutuhan masyarakat. "Yang dikirim berjenis premium maupun medium yang sesuai kebutuhan mereka," imbuhnya.
Selain itu, pihaknya menyebutkan, total beras yang ada saat ini di wilayah subdirve Karawang sejumlah 38 ribu ton. Angka tersebut berasal dari 10 lokasi yakni Pangulah Utara, Adiarsa, palumbonsari, Tegal Waru, Jatiragas, Warung Bungkuk, Purwasari satu dan dua, Cikangkung, dan Amansari.
"Ada 10 gudang Subdrive Karawang dengan total kapasitas 104.500 ribu ton. Saat ini total sudah mencapai 38.501 ton," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News