Di tengah terik matahari, kemarin, sejumlah buruh tambak yang merupakan tukang 'njala', berderet di pinggir tanggul area tambak. Mereka terus menebar jaring ke pertambakan yang berisi udang vaname hasil budi daya.
Udang-udang hasil tangkapan dimasukkan ke jembung atau jeriken ukuran besar. Setelah jembung penuh udang, mereka memikulnya, kemudian membawa ke tempat penyortiran, masih di kompleks pertambakan di Desa Kaliwlingi, Kecamatan Brebes, Brebes.
Pemilik tambak H Supandi mengaku panen udang kali ini termasuk bagus sehingga mendapat keuntungan yang lumayan besar. "Alhamdulillah panen kali ini tidak ada masalah, tidak terserang penyakit. Tingkat hidup udang juga tinggi," ujar Supandi, yang tengah mengawasi panenan udang vanamenya.
Supandi menyebut, dengan modal sebesar Rp600 juta untuk 1 hektare areal tambak, saat panen uang yang didapat mencapai Rp1,2 miliar. Meski begitu, dijelaskan, berbudi daya udang vaname tidaklah mudah.
Selain permodalannya yang besar--terutama dengan sistem budi daya intensif--risiko gagal panennya juga tinggi. "Terutama kalau udang-udangnya terserang penyakit, petani tambak juga bisa merugi tidak kecil," terang Supandi.
Udang vaname milik Supandi dijual ke supplier di Indramayu. Dari Indramayu dipasok ke pabrikan di Tangerang, Banten, dan selanjutnya diekspor. "Yang paling banyak diekspor ke Amerika Serikat dan juga Jepang. Kalau saya hanya menjual lewat supplier, dan supplier nantinya yang mengekspor," jelasnya.
Yang menggembirakan saat ini, lanjut Supandi, meski harga pakan udang naik menjadi Rp15 ribu/kg-nya dari sebelumnya Rp14 ribu/kg, petani udang vaname tahun ini masih mendapat keuntungan lumayan.
"Karena harga udangnya kan naik dampak dari menguatnya dolar (AS) terhadap rupiah. Rata-rata setiap kilogramnya saya jual Rp80 ribu untuk size 60 dari sebelumnya Rp74 ribu per kilogram," ujarnya. Selain di Pantura Jawa, udang vaname banyak juga dibudidayakan di kawasan pantai selatan, seperti di Kabupaten Cilacap, Jateng, dan Pangandaran, Jawa Barat. (Media Indonesia)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News