Ilustrasi (MI/ROMMY PUJIANTO)
Ilustrasi (MI/ROMMY PUJIANTO)

Akhir 2018, Rupiah Diperkirakan di Bawah Rp14.000/USD

Ekonomi rupiah menguat rupiah melemah kurs rupiah APBNP 2018
Desi Angriani • 24 Mei 2018 07:15
Jakarta: Nilai tukar rupiah terus terdepresiasi terhadap dolar Amerika Serikat (USD) dan masih di atas Rp14.000 per USD. Pelemahan mata uang Garuda ini dinilai hanya bertahan hingga akhir tahun yang artinya peluang rupiah untuk kembali perkasa masih terbuka lebar.
 
"Saya masih masih optimistis akhir tahun bisa di bawah Rp14.000 per USD," ujar Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto, saat ditemui di Hotel Ibis Harmoni, Jakarta, Rabu, 23 Mei 2018.
 
Eko mengungkapkan kondisi moneter Indonesia masih cukup kuat ditopang oleh potensi pasar yang cukup besar. Namun, pemerintah perlu melakukan perubahan terhadap asumsi makro dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pasalnya, Eko menilai, pengusaha dan investor selama ini berekspektasi dari acuan asumsi makro di awal tahun yang begitu optimis. Sementara angka pertumbuhan ekonomi, daya beli masyarakat, nilai tukar rupiah, hingga kenaikan harga minyak dunia beberapa waktu terakhir berada jauh di bawah target.
 
"Cuma memang harus ditumbuhkan ekspektasi baru. Pengusaha ini berangkat dari asumsi makro di awal tahun yang sangat luar biasa sehingga mereka optimistis. Sekarang optimistis itu redup seolah rupiah hanya menjadi persoalan bank sentral," ungkap dia.
 
APBN Perubahan 2018 itu, masih kata Eko, dipercaya dapat menjadi obat bagi lesunya kurs rupiah. Penantian pasar terhadap perubahan fiskal yang terlalu lama justru menambah ketidakpastian sehingga rupiah tetap bertengger di level Rp14.000 per USD.
 
Menurut Eko pasar membutuhkan fluktuasi yang terkendali agar dapat menentukan sikap atau arah ke depan. "Sebetulnya yang ditunggu pasar adalah sikap fiskal dengan rupiah yang jatuh akan memengaruhi penerimaan pasar dan ongkos mereka akan naik. Perubahan itu enggak diantisipasi di APBN," pungkasnya.
 
Adapun nilai tukar rupiah masih bertengger di level Rp14.000 per USD. Pada penutupan perdagangan Rabu sore, 23 Mei 2018, kurs rupiah ditutup ambruk semakin dalam hingga menyentuh Rp14.202 per USD. Pelemahan mata uang Garuda mengiringi kejatuhan poundsterling ke level terendah.
 

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif