Illustrasi. Dok : MI.
Illustrasi. Dok : MI.

Pemerintah Kembali Keluarkan Izin Impor 125 Ribu Ton Bawang Putih

Ekonomi Bawang Putih
Ilham wibowo • 13 Mei 2019 17:05
Jakarta: Pemerintah berencana kembali menambah stok bawang putih secara impor sebanyak 125 ribu ton. Stok bumbu penyedap masakan ini didatangkan untuk kebutuhan permintaan selama Ramadan dan Hari Raya Idulfitri.
 
Sekjen Departemen Perdagangan Kemendag Karyanto Suprih mengatakan izin impor tersebut masih dalam proses standarisasi di tingkat importir. Rencananya akan ada 11 perusahaan yang akan diberikan surat persetujuan impor pengadaan bawang putih.
 
"Sedang dalam proses, 11 perusahaan sekitar 125 ribu ton," kata Karyanto dalam sebuah diskusi di kantor Kemenkominfo, Jalan Merdeka Barat Nomor 9, Jakarta, Senin, 13 Mei 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Koordinasi dengan Kementerian Pertanian (Kementan) juga telah dilakukan agar proses impor bisa terealisasi pada pekan depan. Pasalnya, para importir harus wajib lolos tahap Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH).
 
Upaya tersebut merupakan target pemerintah mencapai swasembada bawang putih yang pada 2021. Para importir bawang putih memiliki kewajiban untuk menanam sekurang-kurangnya lima persen dari volume pengajuan rekomendasi impornya.
 
"Dalam waktu dekat setelah RIPH selesai segala macam, dia wajib tanam kemudian dicek," kata Karyanto.
 
Menurut Karyanto, alokasi bawang putih impor ini diperlukan lantaran permintaan yang masih tinggi di tingkat masyarakat. Selain itu, kehadiran stok yang berlimpah juga diupayakan dalam menekan harga menjadi kembali normal pada harga Rp30 ribu per kilogram.
 
"Kebutuhan bawang putih sebulan 35-40 ribu ton pada bulan normal. Stok impor ini bisa untuk antisipasi Ramadan karena ada kenaikan permintaan 10 sampai 20 persen," ucapnya.
 
Kemendag sebelumnya telah menerbitkan izin impor bawang putih bagi delapan perusahaan, tidak termasuk Bulog. Izin impor yang dikeluarkan adalah untuk kuota 115,7 ribu ton bawang putih, dengan batas realisasi impor sampai dengan 31 Desember 2019.
 
Kemendag telah menolak Bulog sebagai importir bawang putih. Pasalnya sesuai Permentan Nomor 38 Tahun 2017, importir umum harus menanam lima persen dari kuota impor. Langkah ini dilakukan demi memberdayakan petani.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif