Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-TK) meluncurkan KTP-el Reader di Jakarta, Kamis, 28 Maret 2019 (Foto:Medcom.id/Nia Deviana)
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-TK) meluncurkan KTP-el Reader di Jakarta, Kamis, 28 Maret 2019 (Foto:Medcom.id/Nia Deviana)

Pencairan Klaim Jaminan Hari Tua Bisa Pakai Sidik Jari

Ekonomi Berita BPJS Ketenagakerjaan bpjs
Nia Deviyana • 28 Maret 2019 15:07
Jakarta: Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-TK) meluncurkan KTP-el Reader untuk mempermudah peserta mengklaim Jaminan Hari Tua (JHT) menggunakan sidik jari.
 
Program ini merupakan kerja sama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Ditjen Dukcapil).
 
"Kita meluncurkan satu teknologi digital yaitu menggunakan KTP-el Reader untuk mempercepat pengajuan klaim. Dengan teknologi ini kita bisa mengurangi waktu yang semula butuh 20 menit, jadi hanya perlu enam menit," ujar Direktur Utama BPJS-TK Agus Susanto di kantornya, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Kamis, 28 Maret 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat ini, KTP-el Reader telah tersebar di 80 titik kantor cabang BPJSTK di DKI Jakarta dan beberapa provinsi. Hingga akhir tahun, BPJS-TK menargetkan 790 mesin tersebar di kantor cabang seluruh provinsi Indonesia. "Kalau sudah mendaftar, nantinya kalau mau klaim JHT hanya cukup pakai KTP dan sidik jari," kata Agus.
 
Agus memaparkan dalam mengklaim JHT caranya cukup mudah. Peserta bisa mendaftar via online untuk mendapatkan jadwal kedatangan di kantor cabang. Kemudian dengan membawa dokumen yang dibutuhkan seperti surat pengalaman kerja, petugas akan mendampingi peserta dalam melakukan validasi data diri, pengambilan foto, dan pemindaian sidik jari.
 
Otomasi pengisian formulir F5 untuk pengajuan klaim JHT memanfaatkan teknologi yang terintegrasi dengan data kependudukan dari Ditjen Dukcapil yang didapat dari KTP-el.
 
"Dengan kata lain, KTP-el Reader ini dapat mengakses data personal dari peserta sesuai dengan data terakhir di Ditjen Dukcapil. Syaratnya memang peserta harus sudah memiliki KTP-el," kata Agus.
 
Ke depan Agus berharap semua masyarakat sudah memiliki KTP-el agar pengurusan yang berkaitan dengan data dapat dilakukan dengan efisien dan cepat.
 
"Selain ringkas, juga mengurangi risiko terjadinya fraud (penipuan)karena validitas data yang sangat terukur," ucap Agus.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif