Tiga Waralaba Eksis di Korsel
Pemilik Baba Rafi Hendi Setiono (tiga dari kanan) saat berbincang dengan Presiden Jokowi. (FOTO: MI/Ramdani)
Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) menggandeng tiga merek waralaba nasional, yakni Kebab Baba Rafi, Bakso Alex, dan Bambu Spa, untuk dipasarkan di Korea Selatan (Korsel).

Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan kontrak komitmen senilai USD1,245 miliar dengan para calon mitra waralaba yang berada di 'Negeri Ginseng'.

Sebagian besar dari mereka ialah warga negara Indonesia (WNI) yang merupakan diaspora, pekerja migran, dan pelajar. Secara total, pada pertengahan tahun ini, jumlah WNI di Korea Selatan mencapai 35.269 jiwa.

"Itu merupakan jumlah besar. Artinya, dari WNI saja, waralaba kita memiliki calon pembeli potensial sebanyak itu," ujar Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Tjahya Widayanti melalui keterangan resminya, Kamis, 22 November 2018.

Ia mengungkapkan pertumbuhan waralaba Indonesia tengah berkembang sangat pesat. Kemendag mencatat setidaknya ada 555 merek usaha yang berpotensi diwaralabakan.

"Bisnis waralaba perlu didorong untuk semakin berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan mengangkat nilai produk dalam negeri dalam bentuk kerja sama bisnis," lanjutnya.

Bisnis waralaba juga tidak membutuhkan modal besar. "Semua orang bisa memulai usaha menjadi mitra waralaba dengan risiko minimal meski belum memiliki cukup pengalaman dan talenta dalam berbisnis," pungkas Tjahya.

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Korsel Umar Hadi juga menyatakan masa depan waralaba Indonesia cemerlang sehingga harus dimanfaatkan dengan baik, termasuk di luar negeri.

Saat ini, beberapa merek waralaba Indonesia yang sukses di luar negeri antara lain J.Co Donuts & Coffe dan Alfamart dengan 174 gerai di Filipina, juga Kebab Baba Rafi dengan 60 gerai di Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, Sri Lanka, Bangladesh, Tiongkok, dan Belanda.

Indonesia sebelumnya juga berpartisipasi pada China International Import Expo (CIIE) pada 5-10 November 2018 di Shanghai, Tiongkok.

Pada kesempatan itu, produk-produk unggulan sukses menarik minat importir Tiongkok, yaitu margarin, batu bara, plastik, biji kopi, sarang burung walet, kelapa sawit dan turunannya berupa fatty acid oleo serta oleo chemical. Tercatat, nilai transaksi perdagangan Indonesia pada CIIE sebesar USD4,74 miliar. (Media Indonesia)

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id