Penetrasi Asuransi di Indonesia Masih di Bawah 10%
Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id/Rizal)
Jakarta: Penetrasi asuransi di Indonesia tercatat masih berada di bawah 10 persen. Cigna Indonesia pun menggandeng Sampoerna Strategic mendukung program pemerintah meningkatkan penetrasi asuransi jiwa di Indonesia.

"Penetrasi baru sekitar tiga persen. Makanya kami terus mendukung program pemerintah. Kita jalin terus kerja sama," ujar Presiden Direktur Cigna Indonesia Herlin Sutanto dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 27 November 2018.

Herlin mengatakan potensi yang diperoleh Cigna dari kerja sama itu sangat besar. Namun, dia enggan menyebutkan berapa potensi yang bisa direngkuh.

"Ini menunjukkan komitmen Sampoerna dalam membantu masyarakat Indonesia meningkatkan kualitas hidup mereka," jelas dia.

Perwakilan Sampoerna Strategic Bambang Sulistyo menyatakan sebelum menjalin kerja sama, perusahaan terlebih dulu menyamakan visi dan misi. "Pelanggan dan karyawan Sampoerna Strategic juga memperoleh akses istimewa kepada solusi perlindungan Cigna Indonesia," ungkap Bambang.

CEO Bank Sampoerna Ali Rukmijah menjelaskan, hingga saat ini jumlah karyawan Sampoerna Strategic sekitar 100 ribu orang, nasabah sekitar 150 ribu orang, dengan mitra kerja sekitar 150 cabang, dan kantor Bank Sahabat Sampoerna sebanyak 20 cabang. "Kami memilih Cigna karena didukung pengalaman global yang luar biasa," ucap Ali.

Cigna juga sudah mencapai 30 tahun di Indonesia dan memiliki produk yang cukup luas baik untuk masyarakat level atas dan bawah, sesuai dengan kelompok bisnis Sampoerna Strategic. "Banyak kegiatan bisa kami lakukan bersama-sama, termasuk untuk melahirkan produk-produk baru dan menuangkan ide-ide bersama," tutup Ali.

 



(AHL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id