Illustrasi. MI/ARYA MANGGALA.
Illustrasi. MI/ARYA MANGGALA.

KPPU Tunggu Jawaban Kemenhub soal Harga Tiket Pesawat

Ekonomi kppu
Husen Miftahudin • 11 Februari 2019 20:52
Jakarta: Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) masih menunggu respons dan jawaban Kementerian Perhubungan (Kemenhub) ihwal penetapan harga tiket pesawat kepada maskapai penerbangan Tanah Air. Keterangan Kemenhub diperlukan sebagai alat bukti untuk melanjutkan ke tahap pemberkasan dan sidang.
 
"Semua hal tersebut masih dalam proses penyelidikan. Jadi, kami masih menunggu respons dari Kemenhub terkait dengan surat yang kami ajukan pekan lalu, karena ini harus ditelaah lebih full," kata Komisioner KPPU, Guntur Syahputra Saragih dalam konferensi pers di kantor KPPU, Jalan Ir. Haji Juanda, Jakarta Pusat, Senin, 11 Februari 2019.
 
Sebelumnya, jelas Guntur, KPPU mengirimkan surat ke Kemenhub untuk memintai keterangan mengenai tarif pesawat. Saat itu, Kemenhub mengirimkan pejabat eselon III. Sayangnya, pejabat tersebut mengaku tidak dalam kapasitasnya untuk menjawab permintaan KPPU.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kemudian secara resmi kita surati (Kemenhub) untuk menanyakan itu. Belum dijawab, tapi sudah diterima Kemenhub. Mereka beralasan masih melakukan koordinasi dengan dalil hukum dan internal Kemenhub. Jadi kita masih menunggu jawaban tersebut," bebernya.
 
Guntur menegaskan, KPPU punya kewenangan untuk memintai keterangan Kemenhub terkait penetapan harga tiket pesawat. Hal itu sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 Tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
 
"Jadi penetapan harga atau tarif itu konteksnya adalah hubungan kemitraan antara usaha besar dan usaha kecil, jadi bukan dalam konteks persaingan usaha. Itu amanah pengawasan kemitraan yang diberikan kepada KPPU melalui UU Nomor 20 Tahun 2008," pungkas Guntur.
 
Sebelumnya, masyarakat dikejutkan dengan harga tiket pesawat yang melonjak signifikan pada awal tahun. Kenaikan harga tiket pesawat yang hampir bersamaan itu memunculkan dugaan praktik kartel yang dilakukan beberapa maskapai penerbangan domestik.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi