Ilustrasi. FOTO: MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI
Ilustrasi. FOTO: MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI

Jelang Natal-Tahun Baru

Kementan Jamin Stok Daging Surplus 19.197 Ton

Ekonomi pertanian daging harga daging kementerian pertanian
Antara • 24 Desember 2019 09:46
Jakarta: Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) menjamin stok daging surplus sebesar 19.197,76 ton. Kondisi ini diyakini membuat harga daging akan tetap stabil.
 
"Kementan meyakini sampai akhir 2019 dan memasuki 2020 stok pangan asal hewan dalam kondisi yang mencukupi dan harga dapat dijaga stabil," kata Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Syamsul Ma'arif, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Selasa, 24 Desember 2019.
 
Syamsul menjelaskan khusus untuk Desember 2019 ini, Kementan mencatat masih ada stok daging sebanyak 75.735,76 ton. Stok tersebut terdiri dari stok daging sapi lokal, stok sapi bakalan di feedlotter, stok daging dan jeroan di gudang importir, stok daging kerbau di Bulog, dan stok daging sapi tambahan dari impor yang dilakukan Berdikari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan kebutuhan daging sebesar 56.538 ton, maka pada Desember 2019 ini masih ada surplus sebesar 19.197,76 ton. Berdasarkan perhitungan kebutuhan dan ketersediaan untuk daging sapi, pada 2019 ini kebutuhan nasional daging sapi diperkirakan sekitar 686.271 ton dengan asumsi konsumsi sebesar 2,56 kg per kapita per tahun.
 
Adapun ketersediaan daging sapi berdasarkan produksi dalam negeri sebesar 404.590 ton yang dihasilkan dari 2 juta ekor sapi yang dipotong. Berdasarkan data tersebut, masih diperlukan tambahan sebanyak 281.681 ton yang dipenuhi melalui impor, yakni impor sapi bakalan setara 99.980 ton, impor daging sapi 92 ribu ton, dan daging kerbau 100 ribu ton.
 
Dari impor tersebut ada buffer stock sebanyak 10.299 ton. Syamsul mengakui ketersediaan daging sapi masih memerlukan dukungan impor. Namun, ia meyakini, dengan program pengembangan sapi yang dilaksanakan pemerintah saat ini swasembada daging sapi dapat tercapai pada 2026.
 
Terkait pemenuhan kebutuhan daging sapi nasional, pemerintah berkomitmen untuk terus mengakselerasi peningkatan populasi dan produktivitas sapi dengan Program Sikomandan (Sapi-Kerbau Komoditas Andalan Negeri) yang akan segera diluncurkan.
 
Pemerintah juga terus melakukan pembenahan tata niaga ternak dan daging sapi melalui penguatan kelembagaan peternak sapi lokal dalam pemasaran melalui koperasi peternak, pemanfaatan kapal ternak, serta pembangunan holding ground untuk kelancaran distribusi sapi dan daging sapi.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif