Ilustrasi. FOTO: MI/PIUS ERLANGGA
Ilustrasi. FOTO: MI/PIUS ERLANGGA

?17 Hari Beroperasi

Penumpang LRT Jakarta Capai 74 Ribu

Ekonomi lrt proyek lrt
Suci Sedya Utami • 20 Desember 2019 13:29
Bogor: Usai beroperasi komersial pada 1 Desember 2019, jumlah rides atau penumpang transportasi massal Lintas Raya Terpadu (LRT) Jakarta hingga 17 Desember tercatat mencapai 74.187 jiwa. Pada minggu pertama beroperasi komersial jumlah penumpangnya merupakan yang tertinggi yakni sebesar 31.433 orang.
 
Sekretaris Perusahaan LRT Jakarta Arnold Kindangen merinci di minggu kedua jumlah penumpang LRT sebesar 29.673 orang dan minggu ketiga yang masih berjalan sebesar 13.081 orang. Arnold mengatakan kenaikan penumpang bisa mencapai 20-30 persen pada saat akhir pekan dibandingkan dengan hari kerja.
 
Stasiun dengan jumlah penumpang terbanyak yakni Velodrome yang mencapai 30.596 atau 41,2 persen dari total. Kemudian Boulevard Utara sebesar 23.891 atau 32,2 persen, Boulevard Selatan 6.023 atau 8,1 persen, Pegangsaan Dua 5.536 atau 7,5 persen, Pulomas 4.790 atau 6,5 persen, dan Equestrian 3.351 atau 4,5 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Peningkatan di akhir pekan bisa cukup tajam terutama di Velodrome Karena ada aktivitas olahraga," kata Arnold, saat media gathering, di Sentul, Bogor, Jumat, 20 Desember 2019.
 
Namun diakui Arnold jumlah penumpang saat operasi komersial memang mengalami penurunan dibandingkan dengan pada saat uji coba sebelumnya. Pada saat uji coba, ia menjelaskan, rerata penumpang per hari bisa mencapai 7.000.
 
Penurunannya tersebut bisa mencapai 30-40 persen. Karena dampak dari tarif operasional yang diberlakukan dikomparasikan pada saat uji coba yang gratis. Saat ini tarif yang diberlakukan sebesar Rp5.000 sekali angkut untuk jarak total 5,8 km lintasan. Tarif tersebut dibandingkan dengan ketika mereka menggunakan ojek daring.
 
"Karena dampak dari tarif operasional yang dikomparasikan dengan ojek online yang lebih murah dan enggak perlu jalan jauh itu juga kadang-kadang berpengaruh," turut dia.
 
Adapun pihaknya menjadikan 7.000 sebagai patokan awal dalam membuat target penumpang. Untuk meningkatkan jumlah penumpang, lanjut Arnold, pihaknya mencoba melakukan berbagai upaya salah satunya dengan mengampanyekan hidup sehat menggunakan transportasi publik serta aktivitas lain seperti talk show dan lain sebagainya untuk menarik minat masyarakat.
 
"Kita mau kampanyekan kalau kita bertransportasi umum menyehatkan badan kita, bisa membakar sekian kalori. Jadi kita lakukan hal-hal yang sifatnya menarik," pungkas Arnold.

 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif