Ilustrasi. FOTO: Dok MI
Ilustrasi. FOTO: Dok MI

Akuisisi PermataBank oleh Bangkok Bank Positif untuk Perbankan

Ekonomi bank permata
Antara • 19 Desember 2019 15:06
Jakarta: Keputusan PT Astra International Tbk dan Standard Chartered Bank untuk melepas kepemilikan sahamnya di PT Bank Permata Tbk kepada Bangkok Bank Public Company Limited positif bagi industri perbankan. Hal itu karena membuat sektor perbankan Indonesia didukung oleh pemodal-pemodal besar di dunia.
 
"Penjualan saham PermataBank ke Bangkok Bank membuat sektor finansial, khususnya perbankan memiliki dukungan modal besar. Di luar Bank BUMN, pemegang saham bank besar di Indonesia adalah raksasa finansial dunia," ujar Kepala Riset Koneksi Kapital Marolop Alfred Nainggolan, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Kamis, 19 Desember 2019.
 
Sejumlah bank besar di Indonesia mayoritas memiliki mitra strategis dari lembaga keuangan asing. Misalnya, Bank OCBC NISP dengan pemodal Singapura, Bank BTPN dengan Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) asal Jepang dan Bank Danamon yang telah diakuisisi oleh Mitsubishi UFJ Financial Group, Inc. (MUFG).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bank BTPN kemudian merger dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBC Indonesia) yang juga dimiliki oleh SMBC pada Februari 2019. Sementara Bank Danamon merger dengan Bank Parahyangan yang sebelumnya sudah diakuisisi MUFG pada Mei 2019 lalu.
 
"Masuknya Bangkok Bank tentu akan mendorong proses konsolidasi perbankan Indonesia. Langkah ini sejalan dengan strategi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan bagus buat industri perbankan nasional," kata Marolop.
 
Lebih jauh, Marolop menyatakan, dengan dukungan finansial yang kuat, Bank Permata dapat mengakselerasi bisnisnya dengan lebih kuat dan lebih siap untuk berkompetisi di industri finansial yang makin ketat saat ini.
 
"Hubungan Bank Permata dengan Astra Group yang akan tetap terjaga usai akuisisi juga akan menjadi salah satu faktor penguat bagi bank ini di masa depan. Bangkok Bank dengan pengalamannya tentu punya strategi yang sudah teruji. Apalagi masyarakat Indonesia dan Thailand memiliki karakteristik yang tidak jauh berbeda," ujarnya.
 
Bangkok Bank telah sepakat menandatangani perjanjian pembelian saham bersyarat dengan Standard Chartered dan Astra untuk mengakuisisi total 89,12 persen kepemilikan sahamnya di Bank Permata. Transaksi disepakati sebesar 1,77 kali lipat dari nilai buku Permata pada 30 September 2019 dengan harga pembelian indikatif Rp1.498 per saham.
 
Sebagai salah satu bank tertua di negara gajah putih, Bangkok Bank memiliki jaringan internasional di 14 negara dengan pinjaman internasional melalui jaringan ini menyumbang 17 persen dari total pinjaman bank.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif