Berdasarkan riset Tempo media terkait e-commerce di Indonesia, terdapat empat marketplace yang mendominasi dan menjadi brand e-commerce paling digemari. Keempatnya adalah Shopee, Tokopedia, Bibli, dan Bukalapak.
Head of Research and Data Analysis Pusat Data dan Analisa Tempo Ai Mulyani mengatakan, riset ini menggunakan 1.027 responden yang pernah mengunjungi aplikasi e-commerce. Dari hasil riset juga menunjukkan industri e-commerce punya prospek cukup cerah dan bisa menjadi tulang punggung ekonomi digital Indonesia.
"Pertumbuhan industri e-commerce memang luar biasa dan termasuk kontributor baru bagi ekonomi Indonesia," ujar Ai Mulyani dalam acara Ngobrol@Tempo tentang e-commerce di Jakarta, Rabu, 18 Desember 2019.
Country Brand Manager Shopee Indonesia Rezky Yanuar mengamini riset tersebut. Pasalnya, di hari belanja nasional pada 12 Desember lalu, Shopee meraih Rp1,3 triliun Gross Merchandise Value hanya dalam waktu 24 jam. Di hari itu pula, sebanyak 80 juta barang terjual.
"Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa Shopee ikut mendorong daya beli konsumen dan dan tentunya mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia," ungkap dia.
Sementara itu, Vice President of Business Development Blibli.com Wiliam Hadibowo mengatakan, pihaknya juga terus melakukan inovasi agar bisa diterima dan bisa bersaing di pasar e-commerce. "Pasar e-commerce tidak akan menggantikan posisi ritel modern karena mempunyai target pasar berbeda dan keduanya sama sama tumbuh ke depannya," ucap Wiliam.
Tak pelak memang industri e-commerce tengah digemari konsumen di Indonesia. Data Bank Indonesia menyebutkan, pada 2019 ini jumlah transaksi e-commerce per bulannya mencapai Rp11 triliun hingga Rp13 triliun.
Sedangkan menurut prediksi Mckinsey, pertumbuhan e-commerce di Indonesia meningkat delapan kali lipat jika dibandingkan tahun lalu. Mckinsey memperkirakan total transaksi e-commerce pada 2020 mencapai USD65 miliar, di samping itu e-commerce juga membantu industri UKM bisa berdaya saing dan go digital.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News