Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro. FOTO: Medcom.id/Nia Deviyana
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro. FOTO: Medcom.id/Nia Deviyana

Rencana Menteri Bambang Jika Tidak Lagi Menjabat

Ekonomi bappenas kabinet kerja ekonomi indonesia
Nia Deviyana • 19 Oktober 2019 09:55
Jakarta: Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro sudah memiliki rencana apabila tidak terpilih lagi dalam Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) Jilid II. Bambang mengaku akan kembali mengajar di Universitas Indonesia (UI).
 
"Di belakang nama saya masih profesor, saya masih aktif di Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) UI. Di situ rumah asli saya, di situ saya dapat nomor induk pegawai negeri, jadi status saya dipinjamkan UI ke pemerintah," ujar Bambang, saat berbincang dengan media, Jumat malam, 18 Oktober 2019.
 
Bambang melanjutkan pengalaman menjadi menteri membuatnya lebih mudah dalam mengajar. Dia bilang kini lebih mudah memberikan contoh konkret dari sebuah permasalahan kepada mahasiswa karena pekerjaan sebagai menteri telah memberinya banyak pengalaman.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Memberikan kuliah hari ini lebih nikmat dibandingkan dulu ketika saya hanya jadi dosen. Saat ini saya ketika menjelaskan teori kepada mahasiswa, bisa sambil memberikan contoh permasalahan," tuturnya.
 
Pengalaman menjadi menteri, kata Bambang, juga memberinya pemahaman bahwa realita di lapangan lebih kompleks daripada teori.
 
"Ketika logika matematika enggak bisa dipakai dalam realitas, baru kita mikir salahnya di mana. Itu lah kenapa kita belajar hubungan antar manusia. Karena kalau kita ngomongin regulasi yang menghambat, itu masalah ada di manusianya," tukasnya.
 
Adapun Presiden Jokowi mengaku susunan kabinet untuk pemerintahan mendatang sudah rampung. Dia akan mengumumkan pengisi Kabinet Kerja Jilid II segera setelah pelantikannya Minggu, 20 Oktober 2019. "Bisa di hari yang sama, atau setelahnya," ungkap mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
 
Di sisi lain, dia memastikan Indonesia tak berkekurangan orang-orang hebat dan mampu memimpin kementerian dan lembaga. Jokowi yakin sosok-sosok ini bersedia untuk mengabdi kepada bangsa. "Mereka terserak di semua bidang pekerjaan dan profesi: akademisi, birokrasi, politisi, santri, juga TNI dan polisi. Tidak sulit menemukan mereka," ungkap Jokowi.
 
Jokowi sempat menyebut komposisi Kabinet Kerja jilid II banyak diisi muka baru. Kendati demikian, beberapa menteri pada periode pertama dipertahankan. "Yang lama ada. Yang baru banyak," pungkas Jokowi.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif