Presiden Joko Widodo. (FOTO: AFP)
Presiden Joko Widodo. (FOTO: AFP)

Hari Ini Jokowi Sampaikan Nota Keuangan dan RUU APBN 2020

Ekonomi nota keuangan berita dpr pidato kenegaraan RAPBN 2020
Angga Bratadharma • 16 Agustus 2019 07:38
Jakarta: Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan menyampaikan pidato pada Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI) Tahun 2019, di ruang sidang MPR, Jakarta. Selain itu, juga dijadwalkan menyampaikan pidato dalam rangka penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2020.
 
Berdasarkan informasi yang dihimpun Medcom.id, Jumat, 16 Agustus 2019, Jokowi diagendakan menyampaikan tiga pidato. Tiga pidato itu yakni pidato Presiden pada Sidang Tahunan MPR-RI Tahun 2019, dan pidato Kenegaraan Presiden dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2019 pada Sidang Bersama DPR-RI dan DPD-RI.
 
Kemudian, dilanjutkan dengan pidato Presiden Republik Indonesia dalam rangka Penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2020 disertai nota keuangan dan dokumen pendukungnya pada Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR RI Tahun Sidang 2019-2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan di 2020 ekonomi global masih penuh dengan ketidakpastian. Karena itu, RAPBN Tahun Anggaran 2020 harus bisa menggambarkan kekuatan dan daya tahan ekonomi nasional dalam menghadapi gejolak-gejolak eksternal yang ada.
 
Presiden juga mengharapkan agar RAPBN 2020 memperlihatkan arah politik anggaran ke depan, yaitu lebih fokus untuk investasi pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) secara besar-besaran. Jokowi berharap arah penggunaan APBN sebagai instrumen dipergunakan untuk akselerasi daya saing ekonomi Indonesia.
 
"Terutama daya saing di bidang ekspor, dan daya saing di bidang investasi," tegas Presiden Jokowi, seraya meminta agar dipastikan bahwa RAPBN 2020 dikelola secara fokus, dikelola terarah dan bisa tepat sasaran, sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh rakyat.
 
Adapunasumsi ekonomi makro yang disepakati dalam RAPBN 2020 adalah pertumbuhan ekonomi 5,2 sampai 5,5 persen, inflasi di kisaran dua hingga empat persen, rata-rata nilai tukar rupiah Rp14.000 per USD sampai Rp14.500 per USD, tingkat suku bunga SPN tiga bulan di kisaran lima sampai 5,5 persen.
 
Sementara itu, harga minyak (ICP) diperkirakan berada di kisaran USD60 sampai dengan USD70 per barel. Lifting minyak dan gas bumi tahun depan diperkirakan pada kisaran 1.886 ribu sampai 2.140 ribu barel terdiri lifting minyak 695 ribu barel-840 ribu barel per hari dan lifting gas bumi sebesar 1.191 ribu barel-1.300 ribu barel setara minyak per hari.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif