Country Director Cargill Indonesia Ivan Hindarko (tengah). (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)
Country Director Cargill Indonesia Ivan Hindarko (tengah). (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)

Peternak Ayam Petelur Dituntut Efisien Gunakan Pakan

Ekonomi peternakan harga ayam
Ilham wibowo • 20 Agustus 2019 13:07
Jakarta: Nutrisi yang seimbang dalam pakan ternak bagi ayam petelur dinilai perlu diperhatikan agar produktivitas kian meningkat. Efisiensi penggunaan pakan pun pada akhirnya membuat untung bagi para peternak.
 
Country Director Cargill Indonesia Ivan Hindarko mengatakan kesehatan ayam merupakan kunci agar produktivitas telur terus meningkat. Pada akhirnya harga telur di tingkat konsumen stabil sejalan dengan besarnya tingkat konsumsi.
 
"Peternak dituntut efisien sehingga bisa ambil keuntungan dari bisnis telur ini," kata Ivan dalam sebuah diskusi di Almond Zucchini Cooking Studio, Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa, 20 Agustus 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ivan mengatakan pakan yang sehat juga mesti sesuai dengan aturan larangan penggunaan Antibiotic Growth Promoters (AGP) dan Ractopamine dalam UU No 18/2009 jucto No 41/2014 tentang Peternakan Kesehatan Hewan. Sehingga jaminan kesehatan bisa dirasakan hingga ke pengguna telur tingkat hilir.
 
"Inilah yang mendorong Cargill untuk mengembangkan pakan ternak tanpa antibiotik yang masih dapat mengatasi masalah kesehatan ayam sambil meningkatkan produktivitas ayam untuk membantu peternak mencapai hasil yang lebih baik dan juga pada saat yang sama tetap mematuhi peraturan pemerintah Indonesia," ungkapnya.
 
Business Development Manager Cargill Indonesia Adi Widyatmoko menambahkan pihaknya telah mengumumkan peluncuran seri Q-Max. Satu set produk pakan ternak untuk ayam petelur ini mengandung nutrisi sesuai dengan kebutuhan tiap fase pertumbuhan.
 
Beberapa peternak yang telah menggunakan seri Q-Max diklaim bisa memperpanjang puncak produksi dari yang biasanya 20 minggu menjadi lebih dari 22 minggu. Berat telur yang dihasilkan juga umumnya dipertahankan pada kondisi ideal sekitar 60-63 gram. Dari perhitungan analisis ekonomi yang dilakukan, peternak ayam petelur berpotensi mendapat tambahan laba bersih hingga Rp500 per kg.
 
"Dengan keahlian global Cargill Feed and Nutrition dalam rantai pasokan dan manajemen risiko memungkinkan kami untuk menawarkan nilai berbeda kepada pelanggan kami melalui produksi pakan berkualitas tinggi dan distribusi yang efisien," kata dia.
 
Formula baru pakan ternak mencakup bahan-bahan standar yang juga digunakan di 67 negara. Inovasi teknologi dari Amerika Serikat ini juga diupayakan dalam mendukung ayam petelur berproduksi tepat waktu dan mencapai puncak produksi yang lebih lama untuk ayam petelur dengan berat hingga 1,9 kg.
 
"Kami percaya akan nutrisi yang lebih baik untuk kehidupan yang lebih baik. Kami membantu peternak meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan kesehatan serta kesejahteraan hewan mereka," tuturnya.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif