Ilustrasi  Foto ; Nation.
Ilustrasi Foto ; Nation.

Cara Kecerdasan Buatan Mengubah Masa Depan Dunia Kerja

Nia Deviyana • 07 Oktober 2019 20:07
Jakarta: Dell Technologies bersama kelompok peneliti masa depan independen, Institute for the Future (IFTF) mengkaji kehadiran berbagai teknologi baru akan membentuk lingkungan kerja dalam sepuluh tahun ke depan. Laporan bertajuk Masa Depan Dunia Kerja (The Future of Work) itu menunjukkan semakin meningkatnya kemitraan antara manusia dan mesin.
 
"Kecerdasan Buatan (AI), Realitas Tertambah (XR) dan Internet of Things (IoT) terus mendukung gelombang inovasi berkelanjutan dan disrupsi yang dihasilkan terhadap model-model bisnis tradisional. Semua kemajuan teknologi ini adalah kekuatan mutlak yang akan berdampak pada masa depan dunia kerja, yang akan mendukung lingkungan kerja yang lebih inklusif dan seimbang di 2030," ujar General Manager Dell Technologies Indonesia Richard Jeremiah melalui keterangan resmi, Senin, 7 Oktober 2019.
 
Laporan The Future of Jobs 2018  yang diterbitkan World Economic Forum menemukan bahwa di 2018, rata-rata 71 persen total waktu bekerja dilakukan oleh manusia, sementara 29 persen oleh mesin.

"Pada 2022, WEF memperkirakan rata-rata persentase tersebut akan berubah menjadi 58 persen pekerjaan dilakukan oleh manusia dan 42 persen oleh mesin," lanjut Richard.
 
Laporan The Future of Work dari Dell Technologies juga berbagi wawasan tentang bagaimana kolaborasi AI, interface multimoda, realitas tertambah (XR), dan teknologi penyebaran buku besar akan bersinggungan dengan kekuatan sosial dan ekonomi yang terus berkembang untuk membentuk cara pekerja mempersiapkan diri, menemukan, dan bekerja di 2030.
 
Laporan tersebut menyoroti tiga perubahan yang bisa membantu membentuk lingkungan kerja yang lebih  inklusif dan memuaskan selama satu dekade ke depan, yakni, tenaga kerja Inklusif. Kemitraan antara manusia dan mesin akan menciptakan kesetaraan di tempat kerja yang lebih baik dimana kandidat dievaluasi berdasarkan kemampuan mereka, bukan berdasarkan gender, umur atau tingkatan sosial.
 
"Sebanyak 62 persen pemimpin bisnis di Indonesia berharap penggunaan  berbagai teknologi baru bisa menciptakan kesetaraan kesempatan dengan  menghilangkan faktor bias manusia dalam proses pengambilan keputusan," katanya.
 
Kemudian, pemberdayaan tenaga kerja. Teknologi baru yang imersif  seperti XR akan membuat kolaborasi antar karyawan lebih baik dan mendorong produktivitas mereka.
 
"Sebanyak 89 persen pemimpin bisnis di Indonesia berencana untuk  menggunakan berbagai teknologi baru untuk meningkatkan produktivitas tenaga  kerja mereka." tambah dia.
 
Terakhir, kecakapan AI, kemampuan manusia tidak akan tergantikan oleh  AI, sebaliknya justru akan saling melengkapi dan meningkatkan kemampuan manusia.
 
Pemahaman mendalam tentang AI serta sistem kemitraan antara manusia dan mesin akan membuka potensi manusia dan menciptakan pekerja- pekerja AI terampil.
 
Hal tersebut akan memungkinkan para pekerja menggunakan keterampilan mereka untuk mengelola alur kerja dan menyelesaikan berbagai tugas. Sebanyak 80 persen pemimpin bisnis di Indonesia menyambut baik konsep kemitraan manusia dengan mesin/robot.
 
"Organisasi-organisasi yang sukses menerapkan transformasi digital akan lebih unggul dibandingkan mereka yang masih bertahan dengan sistem lama, aliran data yang melebihi kapasitas (data deluge) dan tenaga kerja yang tidak mau berubah," paparnya.
 
Menurut IFTF, berbagai organisasi harus mengatasi tiga tantangan utama dalam satu dekade mendatang, termasuk memerangi bias algoritmik dalam proses perekrutan, meningkatkan keterampilan pekerja yang tidak seterampil rekan-rekannya dan melindungi hak-hak pekerja, karena dunia kerja akan menjadi lebih dinamis.
 
"Faktanya, hanya 43 persen pemimpin bisnis di Indonesia yang menyatakan perlu adanya peraturan dan kejelasan penerapan teknologi AI. Tapi 83 persen pemimpin bisnis di Indonesia percaya bahwa  semua karyawan harus memiliki kecakapan teknologi di 2030," pungkasnya.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan