Illustrasi. Dok : MI/Manggala.
Illustrasi. Dok : MI/Manggala.

Maskapai LCC Tak Wajib Beri Diskon Tiket 50%

Ekonomi Tarif Tiket Pesawat
Desi Angriani • 10 Juli 2019 16:33
Jakarta: Maskapai berbiaya murah atau low cost carrier (LCC) dinilai tak wajib memberikan diskon harga tiket sebesar 50 persen sebagaimana yang ditetapkan pemerintah. Sebab keputusan tersebut tidak memiliki landasan hukum.
 
Pengamat Penerbangan Alvin Lie mengatakan keputusan penurunan tarif tiket pesawat ialah bentuk kesepakatan antara stakeholder, maskapai dan operator. Hal ini dikarenakan pemerintah hanya berwenang mengatur tarif batas atas maupun tarif batas bawah sesuai peraturan perundang-undangan.
 
"Pertama ini tidak ada landasan hukumnya, kalau ini sukarela dan kalau tidak melaksanakan berarti tidak ada sanksi karena tidak ada peraturan hukumnya," kata Alvin saat dihubungi Medcom.id di Jakarta, Rabu 10 Juli 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Alvin mengungkapkan bila maskapai LCC tak mampu menerapkan diskon harga maka pemerintah tak berhak memberikan sanksi. Menurutnya, pemerintah sudah terlalu jauh masuk ke ranah korporasi dengan menetapkan besaran diskon yang mencakup rute dan jadwal penerbangan.
 
"Kedua batasan kewenangan pemerintah ini hanya menetapkan batas atas dan batas bawah. Ini sudah masuk terlalu jauh ke ranah corporate," tambah dia.
 
Lebih lanjut Alvin menambahkan pemerintah justru perlu meninjau kembali tarif batas atas dan batas bawah maskapai yang belum disesuaikan sejak 2014 lalu. Sementara biaya maintenance dan bahan bakar avtur terus naik seiring pelemahan nilai tukar rupiah.
 
Karena itu, tak heran bila maskapai dalam negeri tak pernah lagi meraup laba sejak lima tahun terakhir. Bahkan, AirAsia tercatat menelan rugi hingga Rp1 triliun akibat banting harga.
 
"Pemerintah juga harus realistis bahwa batas atas dan bawah perlu ditinjau apa masih relevan," imbuhnya yang juga anggota Ombudsman ini.
 
Ia pun berharap kebijakan penurunan harga tak berimbas pada merosotnya keuangan maskapai. Sebab, kondisi industri penerbangan saat ini masih terpuruk alias berdarah-darah.
 
"Pemerintah harus berhati-hati agar jangan sampai ada maskapai yang tutup atau collapse karena ini akan kemudian mempersulit lagi mobilitas pengguna jasa," pungkas Alvin.
 
Adapun penerbangan murah diputuskan untuk jadwal keberangkatan Selasa, Kamis, dan Sabtu mulai pukul 10.00-14.00 WIB bagi maskapai LCC domestik dengan tipe pesawat jet. Alokasi kursi pun hanya 30 persen dari total kapasitas pesawat tersebut.
 
Citilink menyediakan 62 penerbangan per hari (Selasa, Kamis, dan Sabtu) dengan total 3.348 seat. Sementara Lion Air Group menyediakan 146 flight per hari (Selasa, Kamis, dan Sabtu) dengan total 8.278 seat.
 
Berdasarkan harga tiket yang terpampang di aplikasi penyedia jasa penjualan tiket transportasi online hari ini, tarif maskapai berbiaya murah masih berada di harga normal untuk penerbangan Kamis, 11 Juli dan, Sabtu 13 Juli, pada rentang waktu 10.00-14.00 WIB.
 
Maskapai Lion Air masih menerapkan harga tiket Jakarta-Medan sebesar Rp1,5 juta, Jakarta-Surabaya Rp967 ribu, Jakarta-Padang Rp1,1 juta, Jakarta-Makassar Rp1,4 juta, dan Jakarta-Bali Rp1,1 juta. Citilink juga menjual tiket dengan harga Rp997 ribu untuk rute Jakarta-Surabaya, dan Jakarta-Bali dengan harga Rp1,2 juta.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif