Ilustrasi. (FOTO: Reuters)
Ilustrasi. (FOTO: Reuters)

Indonesia Diharap Jadi Bangsa Pemenang di Sektor Industri

Ade Hapsari Lestarini • 16 November 2016 20:32
medcom.id, Jakarta: Indonesia diharapkan bisa menjadi bangsa pemenang di sektor Industri yang memiliki daya saing kuat, menguasai teknologi, serta dapat mewujudkan ketahanan ekonomi nasional.
 
Harapan tersebut rencananya akan dirumuskan dalam pertemuan "Indonesianisme Summit" Ikatan Alumni ITB pada 10 Desember 2016 di Ballroom Hotel Grand Sahid Jaya Jl. Jend. Sudirman, Jakarta Pusat.
 
"Melalui pertemuan ini, IA-ITB bertekad mendorong pemerintah dan swasta untuk menjadi bangsa pemenang dalam sektor industri, khususnya dalam bidang energi, infrastruktur dan transportasi yang mendukung industri berbasis budaya, Industri kreatif, serta industri digital," ungkap Ketua Umum Pengurus Pusat IA-ITB Ridwan Djamaluddin, dalam siaran persnya, di Jakarta, Rabu (16/11/2016).

Ridwan menjelaskan, fokus utama pada pertemuan ini adalah menghasilkan masukan mengenai Strategi Industri Inti yang sesuai dengan DNA Indonesia untuk disampaikan kepada pemerintah, selain sebagai ajang pembentukan jejaring industri, manufaktur dan infrastruktur antara pemerintah, BUMN, korporasi swasta serta teknopreneur.
 
Sejauh ini, tambah dia, dari pihak pemerintah yang sudah menyatakan bersedia hadir adalah Menteri Perindustrian, Wamen ESDM, Menteri Pariwisata. IA ITB juga tengah memproses kehadiran Presiden Jokowi, Menteri Sekretaris Kabinet, Menteri Perhubungan, Menteri PUPR, Panglima TNI, dan Kapolri.
 
Sementara dari pihak korporasi yang akan hadir adalah Bapak Hilmi Panigoro Presiden Direktur PT Medco Energi Internasional, Pimpinan PT. Astra International Tbk. Sementara itu, dari korporasi swasta sejumlah perusahaan seperti PT Astra International Tbk dan Medco.
 
Sedangkan dari BUMN akan hadir Telkomsel, Pelindo Energi Logistik, INKA, Pelni, Pertamina Lubricant. Serta akan ada teknopreneur seperti Turbin Hydro Indonesia, Daun Biru Engineering, Mobar Sarana Energi, dan sebagainya. Pertemuan Indonesianisme Summit akan diisi dengan berbagai kegiatan, salah satunya pameran untuk menunjukkan karya-karya korporasi swasta, BUMN dan teknopreneur yang sejalan dengan semangat Indonesianisme.
 
Indonesianisme Summit juga akan mendengarkan paparan arahan pemerintah di sektor industri manufaktur, industri energi, industri infrastruktur dan transportasi, industri berbasis budaya, industri kreatif dan industri digital. Di samping itu, akan disampaikan pula paparan rencana kerja korporasi dan teknopreneur untuk bidang-bidang industri manufaktur, industri infrastuktur dan transportasi yang mendukung industri berbasis budaya, industri energi, industri kreatif dan industri digital.
 
"Sudah saatnya kita melakukan dorongan atau dukungan lebih serius kepada korporasi dan para teknopreneur Indonesia. Kami ingin dorongan tersebut  bisa menumbuhkan kepercayaan diri bahwa kita bisa menjadi bangsa pemenang pada sektor industri," kata dia.
 
Ridwan menambahkan, agenda ini diharapkan dapat mendorong pemerintah, BUMN, korporasi dan teknopreneur memberi tempat kepada insinyur dan tenaga kerja terlatih (skilled labor) Indonesia untuk berkarya dan berkreasi.
 
"Salah satu faktor penting dari kemajuan bangsa melalui industrialisasi ialah tingginya kuantitas dan kualitas insinyur dan skilled labor Indonesia yang bisa bersaing di tingkat dunia, sehingga bisa membawa Indonesia menjadi bangsa pemenang," tegasnya.
 
Sekadar informasi, Indonesianisme Summit merupakan lanjutan dari bentuk kepedulian IA ITB yang telah dilakukan sepanjang 2016 ini dalam mencapai harapan menjadi bangsa pemenang. IA-ITB juga menggandeng Ikatan Alumni dari berbagai Universitas di Tanah Air untuk memikirkan secara bersama-sama permasalahan bangsa.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AHL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan