Pengusaha Masih Punya Kesempatan Bahas DNI
Menko Perekonomian Darmin Nasution. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)
Jakarta: Pemerintah bersiap mengeluarkan revisi aturan Daftar Negatif Investasi (DNI) untuk menarik investasi asing. Kebijakan yang masuk Paket Kebijakan Ekonomi XVI ini bakal diserahkan kepada Presiden Joko Widodo pekan depan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan masih ada waktu pembahasan DNI yang dikhawatirkan pengusaha. Sosialiasi bersama asosiasi seperti Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) maupun Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) bakal gencar dilakukan sebelum draf revisi DNI ditandatangani.

"Senin diantarkan kepada presiden karena itu dasar hukumnya adalah Perpres. Saya tanya lagi pengusaha, saya akan bicara dengan ketua Kadin, Hipmi, dan Apindo," ujar Darmin ditemui di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu, 28 November 2018.

Sosialisasi bersama asosiasi para pengusaha ini menjadi agenda penting menyusul respons negatif dari sejumlah pihak. Darmin bakal membeberkan penjelasan alasan pemerintah dalam revisi Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2016 tentang Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal. Perubahan kebijakan dilakukan dalam strategi meningkatkan investasi tanpa menggerus pengusaha lokal.

"Kemarin saya sosialisasi di Kadin memang kita sepakat akan ada sosialisasi dan saya datang untuk menjelaskan. Intinya yang saya jelaskan tidak ada UKM yang dibuka untuk asing," ungkapnya.

Darmin mengharapkan kekhawatiran yang berlebihan dari pengusaha nasional bakal hilang dengan penjelasan mendetail. Sebanyak 25 bidang usaha untuk mendapat aliran modal asing hingga 100 persen melalui revisi DNI ini diharapkan membawa dampak positif pada neraca perdagangan.

"Saya harus duduk dulu dengan mereka, harapannya sudah (mengetahui), tapi siapa tahu masih ada saja (keluhan)," tandasnya.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id