Petani Apresiasi Kinerja Jokowi-JK
Foto ilustrasi
Lampung: Sebanyak 13 ribu petani di Provinsi Lampung bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam kesempatan itu, mereka menyampaikan apresiasi terhadap kinerja pemerintah di bidang pertanian.

Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih mengatakan salah satu indikator keberhasilan Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla di bidang pertanian adalah meningkatnya Nilai Tukar Petani (NTP) Nasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kata Henry, rata-rata harga Gabah Kering Panen (GKP) dan gabah kualitas rendah di tingkat petani pada Oktober 2018 naik masing-masing 3,05 persen dan 7,41 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2017.  Demikian juga di tingkat penggilingan, rata-rata harga GKP dan gabah kualitas rendah naik masing-masing 3,13 persen dan 7,03 persen.

Henry mengatakan produktivitas petani Indonesia termasuk tinggi di kawasan Asia. Meski demikian, Henry tidak memungkiri masih terjadi penurunan NTP untuk tanaman perkebunan karet dan sawit. Namun, NTP tanaman perkebunan kopi yang paling banyak ditanam petani masih tergolong tinggi.

"Karena itu kehidupan petani di Lampung kesejahteraannya bisa dikatakan lebih baik karena tanaman kopi merupakan tanaman perkebunan yang masih mendominasi di daerah ini," kata Henry, dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Sabtu, 24 November 2018.

Henry mengapresiasi dukungan Pemerintahan Jokowi terhadap petani Indonesia. Dia menilai dukungan terhadap petani bukan hanya dirasakan di tingkat lokal namun  nasional. Bahkan, pihaknya menghargai upaya pemerintah yang terus mendukung inisiatif Deklarasi Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang hak asasi petani dan masyarakat yang bekerja di pedesaan.

Adapun Pemerintah Indonesia menjadi co-sponsor resolusi Dewan HAM PBB yang mengesahkan deklarasi tersebut. "Ini menunjukkan Pemerintah Indonesia berkomitmen besar melindungi hak asasi petani, dan di zaman Pemerintahan Pak Jokowi-lah deklarasi ini terwujud menjadi deklarasi internasional pada 19 November lalu," ujar dia.

Serikat Petani Indonesia optimistis di masa mendatang kesejahteraan petani dan kedaulatan pangan akan semakin meningkat. Hal ini sejalan dengan program reforma agraria berupa redistribusi tanah melalui program Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA) dan Perhutanan Sosial (PS) yang secara konsisten dijalankan oleh Pemerintahan Jokowi.

"Melalui program ini petani-petani yang tidak atau kekurangan tanah bisa mempunyai kesempatan untuk menguasai dan memiliki tanah. Semoga pemerintahan ini terus bekerja keras untuk kemajuan petani dan rakyat Indonesia," pungkas dia.



(SCI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id