Illustrasi. Dok : MI.
Illustrasi. Dok : MI.

Dana Asing Masuk RI Capai Rp68 Triliun

Ekonomi investor capital inflow
Husen Miftahudin • 05 Maret 2019 23:18
Jakarta: Bank Indonesia (BI) mencatat dana asing yang masuk ke Indonesia (inflow) mencapai Rp68 triliun. Dana tersebut masuk melalui pasar modal serta penjualan surat berharga negara (SBN).
 
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Nanang Hendarsah mengatakan masuknya dana asing menambah kecukupan likuiditas di pasar uang. Dengan begitu, bank sentral memastikan perbankan tidak akan kekurangan likuiditas.
 
"Kita memastikan kecukupan likuiditas di pasar antar bank cukup. Jadi bank-bank tidak perlu khawatir kekurangan likuiditas terutama di pasar uang antar bank," kata dia ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa, 5 Maret 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


BI, lanjut Nanang, juga melakukan lelang di pasar uang guna memastikan likuiditas perbankan tercukupi. Bahkan, BI membuka lelang sebanyak tiga kali seminggu, ditambah dengan instrumen lainnya.
 
"Lelang term repo untuk ekspansi likuiditas dan untuk lelang forex swap. Jadi dengan lelang yang teratur tiga kali seminggu memberikan kepastian bagi bank agar bisa manfaatkan fasilitas repo-kan ke BI, SBN yang dimiliki," jelas dia.
 
Dirinya menambahkan, arus modal asing yang masuk ke dalam negeri juga menjadi sentimen positif bagi penguatan rupiah. Terlebih faktor global yang selama ini memberi tekanan terhadap pelemahan mata uang rupiah juga mulai mereda.
 
"Jadi rupiah stabil, sekarang sudah sangat stabil sekali. Yang suplai ada, yang jual ada, eksportir juga aktif, importir masuk, inflow masuk jadi agak lebih berimbang. Makanya tidak terlalu fluktuasi," pungkasnya.
 
Lebih Banyak
 
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meyakini dana asing yang masuk ke Indonesia di 2019 akan lebih banyak dibandingkan dengan tahun lalu. Hal itu sejalan dengan investor yang mencari imbal hasil lebih tinggi seiring stabilnya pertumbuhan ekonomi di suatu negara.
 
Ketua Dewan Komisioner (DK) OJK Wimboh Santoso mengatakan dana asing lebih cenderung mencari negara dengan imbal hasil tinggi dan kondisi ekonomi stabil. Sedangkan di 2019, perekonomian Indonesia dinilai lebih stabil. Selain itu, perkiraan aliran dana asing lebih deras juga sudah terlihat dari mulai masuknya investor portofolio beberapa bulan terakhir.
 
"Kondisi yang lebih bagus dia (arus modal asing) akan balik. Bahkan, sekarang ini di beberapa bulan terakhir (investor) portofolio sudah mulai balik," kata Wimboh, saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Rabu, 2 Januari 2019.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif