RI-Taiwan Rampungkan Kerja Sama Pelatihan Teknik Mesin

Harianty 19 November 2018 12:21 WIB
indonesia-taiwan
RI-Taiwan Rampungkan Kerja Sama Pelatihan Teknik Mesin
Deputy Representative TETO Peter Lan (kanan ke-4), Drs. Mujiyono, MM (kanan ke-5), Kepala Pusdiklat Industri Kemenperin, Kepala sekolah Formosa Technology Center Yakobus (kanan ke-6) bersama dengan para tamu undangan. (FOTO: dok TETO)
Jakarta: Pemerintah Taiwan dan Indonesia telah merampungkan kerja sama pendidikan dan pelatihan bidang teknik mesin.

"Penyelesaian program telah berlangsung pada 18 November di Lembaga Pelatihan Formosa Teknologi Sentral, Jakarta," ujar Perwakilan Taiwan untuk Indonesia Lan Xiali dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Senin, 19 November 2018.

Lan Xiali mengatakan kerja sama Pemerintah Taiwan dan Indonesia dalam penyelesaian pelatihan ini adalah contoh kebijakan konkret dalam menerapkan kebijakan baru ke arah selatan yang berorientasi pada manusia.

"Taiwan dan Indonesia dalam  pengembangan di bidang kepelatihan ini memiliki potensi besar untuk saling kerja sama, dan komitmen ini layak diteruskan oleh kedua belah pihak pemerintah maupun swasta," tambah dia.

Menurut dia dalam proses perkembangan industri di Taiwan, kontribusi badan pendidikan dan pelatihan tidak boleh dipandang sebelah mata. Kemudian penyediaan tenaga teknis yang tepat, meningkatkan produktivitas, juga merupakan kunci keajaiban ekonomi Taiwan di masa lalu.

Selain itu kunci peningkatan transformasi industri manufaktur Taiwan saat ini, dalam prosesnya, Taiwan telah mengumpulkan banyak pengalaman, mendirikan badan pelatihan dan badan sertifikasi yang lengkap dan sempurna. Ini adalah hal yang paling dibutuhkan Indonesia saat ini.

"Indonesia di setiap sektornya menjadi peluang besar untuk investasi saat ini, akan tetapi banyak perusahaan yang merasakan kurangnya tenaga kerja yang terampil, ketidakmampuan meningkatkan produktivitas, hal ini tidak hanya membatasi potensi pengembangan industri, melainkan secara tidak langsung menghambat keinginan investor asing untuk berinvestasi," tuturnya.

Presiden Joko Widodo juga kerap mengemukakan akan aktif mengembangkan pendidikan dan pelatihan bagi pekerja Indonesia. Saat ini Indonesia membutuhkan pelatihan dan teknik yang Taiwan miliki, sehingga kerja sama kedua pihak akan membuahkan hasil yang cemerlang dengan sendirinya.

Formosa Technology Center telah memimpin kebijakan baru pemerintah Taiwan ke arah selatan, bekerja maksimal dibidang kepelatihan sumber daya manusia dan didukung oleh pemerintah Taiwan dalam berbagai aspek.

Keahlian badan pelatihan ini dalam pengoperasian alat mesin, merupakan keterampilan yang paling dibutuhkan Indonesia untuk meningkatan industri manufakturnya. Setelah menandatangani Nota Kesepahaman pemerintah Taiwan dan Indonesia pada 29 Juni 2018, mewakili Kementerian Perindustrian Indonesia dan Kementerian Ekonomi Taiwan, Formosa Technology Center tahun ini akan mengadakan empat periode kepelatihan "Kursus Pelatihan Teknik Mesin".

Setiap periodenya berlangsung selama satu bulan, dengan jumlah peserta dari Badan Pelatihan Kementerian Perindustrian sebanyak 100 instruktur. Mereka akan meneruskan keterampilan pengoperasian peralatan mesin ini ke siswa-siswi di Indonesia kedepannya, yang efektif meningkatkan keterampilan tenaga kerja di Indonesia.



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id