Ilustrasi Lion Air. FOTO: dok MI.
Ilustrasi Lion Air. FOTO: dok MI.

Konsumen Miles Lion Air Disarankan Ubah Kata Sandi

Ekonomi lion air
Nia Deviyana • 20 September 2019 12:07
Jakarta: Lion Air Group mengimbau konsumen yang memiliki akun miles Lion Air untuk mengganti kata sandi. Ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk menjamin keamanan data pribadi.
 
Sebelumnya, dilaporkan data penumpang Malindo Air dan beberapa penerbangan yang berada di bawah Lion Air Group bocor.Hal tersebut tentu menimbulkan kepanikan karena data tersebut berisi informasi pribadi penumpang.
 
"Lion Air Group mengimbau, dalam upaya pencegahan lebih awal (tindakan preventif), dalam lebih menjamin tingkat keamanan, kepada seluruh tamu atau penumpang yang memiliki akun miles untuk segera mengubah kata sandi jika kata sandi digunakan sama pada layanan yang lain secara online," ujar Corporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro saat dihubungi Medcom.id, Jumat, 20 September 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hingga saat ini Lion Air belum bisa memastikan berapa kerugian akibat kebocoran data tersebut. Danang menuturkan pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib, dan memastikan kejadian tersebut kemungkinan disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.
 
Adapun untuk mengatasi masalah tersebut, Tim internal Malindo Air bersama penyedia layanan data eksternal, Amazon Web Services (AWS) dan GoQuo sebagai mitra e-commerce saat ini, juga sedang menyelidiki hal tersebut. "Termasuk bersama Kemenkominfo," imbuhnya.
 
Sejauh ini, Lion Air Group memastikan data penumpang asal Indonesia aman.
 
"Sehubungan dengan data penumpang di Indonesia sampai sekarang adalah aman. Jika ada bukti mengenai kebocoran data, maka akan segera dilakukan langkah-langkah sesuai ketentuan," kata Danang.
 
Lion Air Group juga menginformasikan bahwa tidak menyimpan secara detail mengenai pembayaran dari tamu atau penumpang ke dalam server.
 
"Lion Group tidak mempunyai data-data terkait yang berhubungan pembayaran penumpang. Sehingga data yang tersebar bukan data pembayaran (finansial) dari penumpang," pungkasnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif