Direktur Utama Pelindo II Elvyn G Masassya (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)
Direktur Utama Pelindo II Elvyn G Masassya (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)

Pelindo II Optimistis Target Pendapatan Rp13,5 Triliun Tercapai

Ekonomi pelindo
Ilham wibowo • 17 Mei 2019 06:01
Jakarta: PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II (Persero) atau IPC memproyeksikan terjadi peningkatkan kinerja pendapatan pada 2019. Perseroan menargetkan bisa meraup pendapatan hingga Rp13,5 triliun.
 
Direktur Utama IPC Elvyn G Masassya mengklaim kinerja IPC pada triwulan I-2019 tercatat lebih baik dari kinerja pada periode yang sama di tahun sebelumnya. Pertumbuhan yang mencapai hampir 50 persen itu ditunjang aktivitas dari pengelolaan peti kemas yang meningkat.
 
"Secara umum kami bisa menjaga kinerja yang lebih baik di 2019 ini dan berharap kinerja kita sampai akhir tahun nanti meningkat sesuai yang direncanakan," kata Elvyn, saat acara buka puasa bersama wartawan di Hotel Doubletree Jakarta Pusat, Kamis, 16 Mei 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penerapan beberapa aplikasi digital juga telah diterapkan seperti Marine Operation System (MOS), Terminal Operating System (TOS) di terminal peti kemas dan nonpeti kemas (NPK TOS), DO Online, dan Integrated Billing System (IBS). Perubahan dari manual ke digital juga memangkas biaya administrasi dan membuat proses operasional lebih cepat.
 
Ia optimistis peningkatan terget kinerja itu dapat terpenuhi dengan strategi dan rencana IPC di berbagai pelabuhan. Peningkatan efisiensi telah dilakukan dengan menerapkan peralatan bongkar muat yang lebih modern. Elektrifikasi peralatan untuk menggantikan penggunaan BBM juga bisa menghemat biaya energi.
 
"Diharapkan di akhir tahun nanti pendapatan kami itu bisa mencapai Rp13,5 triliun dan kemudian laba kita bissa mencapai Rp2,6 triliun dan EBITDA kita bisa mencapai Rp5,2 triliun," ungkapnya.
 
Lebih lanjut, IPC meyakini implementasi Trilogi Maritim atau jaringan pelabuhan yang terintegrasi akan berdampak besar pada transportasi laut. Konsep ini ditargetkan bisa menekan 18,7 persen biaya logistik pada 2022.
 
Menurut Elvyn, kehadiran Trilogi Maritim ini sejalan dengan rencana pemerintah untuk menurunkan biaya logistik nasional sebesar 4,9 persen dalam tiga tahun ke depan. Beragam hambatan bisa dihadapi seperti belum optimalnya jaringan pelayaran, belum adanya standarisasi pelabuhan, serta masih tingginya inefisiensi transportasi darat.
 
"Pada 2018, biaya logistik nasional sebesar 23,6 persen dari total produk domestik bruto. Kami yakin dengan Trilogi Maritim biaya logistik turun menjadi 18,7 persen pada tahun 2022,” kata Elvyn.
 
Konsep Trilogi Maritim mencakup tiga pilar yaitu standarisasi pelabuhan, aliansi pelayaran, dan industri yang terakses baik dengan pelabuhan. Dalam hal standarisasi pelabuhan, kualitas telah dibenahi baik fisik maupun teknologi yang digunakan.
 
“Sejak 2016 kami melakukan standarisasi pelabuhan dengan menitikberatkan pengembangan fisik serta digitalisasi, sehingga layanan dan operasional lebih cepat dan mudah. IPC terus melakukan transformasi untuk menjadi trade facilitator,” pungkasnya.
 

(ABD)
MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif