Ilustrasi. (FOTO: dok MI)
Ilustrasi. (FOTO: dok MI)

Balon Udara Liar Kembali Ganggu Keselamatan Penerbangan

Ekonomi festival balon udara kementerian perdagangan airnav
Annisa ayu artanti • 06 Juni 2019 11:49
Jakarta: Balon udara tradisional liar kembali mengganggu keselamatan penerbangan. Pada hari pertama Lebaran tahun ini, terdapat 28 laporan pilot yang melihat balon di ketinggian bervariasi.
 
"Kemarin pada hari pertama Lebaran, kami mendapat 28 pilot report yang melihat balon udara dan membahayakan keselamatan penerbangan," ungkap Direktur Utama AirNav Indonesia Novie Riyanto dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis, 6 Juni 2019.
 
Novie mengimbau masyarakat untuk tidak menerbangkan balon udara liar, karena sangat membahayakan keselamatan penerbangan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebagaimana diketahui di sejumlah daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur terdapat kebiasaan menerbangkan balon udara saat bulan Syawal. Untuk mengakomodasi hal tersebut, Kementerian Perhubungan telah menerbitkan Peraturan Menteri Nomor 40 tahun 2018 tentang Penggunaan Balon Udara pada Kegiatan Budaya Masyarakat.
 
Dalam beleid itu, balon udara tradisional boleh diterbangkan dengan ketentuan ditambatkan dengan tali maksimum 125 meter dari tanah, ukuran balon maksimum diameter empat meter dan tinggi tujuh meter. Selain itu, setiap kegiatan penerbangan balon harus meminta izin kepada otoritas bandara dan pemerintah daerah.
 
Sejauh ini Novie menuturkan pihaknya sudah melakukan sosialisasi ke daerah-daerah yang memiliki kebiasaan menerbangkan balon. Sosialisasi dilakukan AirNav lewat berbagai cara, mulai dari kecamatan, komunitas balon, pemuka agama hingga ke sekolah-sekolah. Bahkan, AirNav akan menggelar Java Balon Festival 2019 di Pekalongan dan Wonosobo pada pekan depan.
 
"Setiap tahun kami sosialisasi, tahun ini sepanjang bulan Ramadan lalu kami sosialisasi ke Wonosobo, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, Kabupaten Batang, hingga ke Ponorogo, Jawa Timur," jelas Novie.
 
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Polana B Pramesti menyampaikan area udara di atas Pulau Jawa merupakan salah satu jalur penerbangan tersibuk di dunia. Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak lagi melepaskan balon udara yang tidak sesuai ketentuan.
 
"PM 40 itu kan solusi dari pemerintah agar budaya masyarakat bisa tetap berjalan tapi tidak membahayakan keselamatan penerbangan. Sehingga kalau masih ada yang menerbangkan secara liar, maka penegakan hukum akan berjalan," jelas Polana.
 
Dia menambahkan TNI dan Polri juga terus menggelar operasi untuk menangkap balon udara liar dan pelakunya.
 
"Bapak-Bapak TNI dan Polri di lapangan terus bekerja dan sudah banyak barang bukti diamankan. Kami imbau sekali lagi masyarakat untuk tidak menerbangkan balon liar, kalau tidak akan berhadapan dengan hukum," pungkas Polana.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif