Ilustrasi pengemudi ojek online. Foto: dok MI/Panca Syurkani.
Ilustrasi pengemudi ojek online. Foto: dok MI/Panca Syurkani.

Kemenhub Taksir Kenaikan Tarif Ojek Online Sebesar 25%

Ekonomi kementerian perhubungan ojek online
Media Indonesia • 27 Januari 2020 18:31
Tangerang: Direktur Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Ahmad Yani mengatakan tarif untuk ojek daring/online masih belum ditentukan hingga saat ini. Meski begitu, Yani mengatakan berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan, kenaikan tarif diperkirakan sebesar 25 persen atau dari Rp2.000 per kilometer (km) menjadi Rp2.500 per km.
 
"Belum ada hasil tarif. Kemarin perhitungan kami naik menjadi Rp2.500 (per km). Nantinya hasil perhitungan ini diajukan ke Dirjen Perhubungan Darat terlebih dahulu. Baru didiskusikan dengan aplikator, asosiasi ojek online, dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI)," papar Ahmad Yani kepada Media Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin, 27 Januari 2020.
 
Lebih lanjut Yani menjelaskan setelah perhitungan tarif ini disampaikan ke Dirjen Perhubungan Darat akan ada negosiasi dengan perwakilan dari masyarakat juga. Pasalnya, masyarakat sebagai pengguna menjadi pertimbangan yang sangat penting. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi pengalihan moda transportasi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Faktor penumpang pun tengah disuarakan oleh Asosiasi Driver Ojol Garda Indonesia. Melalui Ketua Presidum Garda, Igun Wicaksono, pengemudi ojek online menginginkan apabila ada kenaikan tarif maka tidak lebih dari 10 persen.
 
Menanggapi ini, Kemenhub mengatakan akan melakukan pertemuan lanjutan dengan aplikator, YLKI, dan pengemudi. Pihaknya mengatakan pertemuan akan dilakukan pasca perhitungan tarif ojek online dari Kemenhub yang sebesar Rp2.500 per km diajukan ke Dirjen Perhubungan Darat. Ketika ditanya kapan akan dilakukan, Yani mengakui pembahasan tarif ojek online ini masih alot.
 
"Negosiasinya belum tahu nih. Kita besok akan diskusi dengan teman-teman aplikator, YLKI, sama perwakilan dari asosiasi. Kita bahas dulu. Pembahasannya alot tuh," ungkapnya.
 
Adapun opsi penyesuaian tarif ojek online yang baru, menurut Yani, bisa naik, tetap, dan bahkan turun. Menurutnya, terdapat perbedaan keinginan antara tarif di daerah dan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Untuk di daerah menginginkan tarif ojek online tidak mengalami kenaikan. Di lain pihak untuk Jabodetabek justru meminta kenaikan tarif.
 
"Ya harapan kita ya win-win lah. Saya tidak tahu di pembahasanan nanti bisa naik atau tetap gitu ya. Pokoknya kita tunggu hasil pembahasan," pungkasnya. (MI/Hilda Julaika)
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif