Henock menyebut, harga beberapa komoditas utama pangan di Puncak Jaya termahal kedua di Indonesia. Sementara jika dibandingkan dengan Jayapura, harga sembako di Puncak Jaya dua kali lebih mahal dibandingkan Jayapura.
"Dapat kami laporkan bahwa Puncak Jaya IKK indeks kemahalan konstruksi kedua di Indonesia. Jadi harga di sini dua kalinya Jayapura," kata Hanock di Kabupaten Puncak Jaya, Papua, Selasa 22 Agustus 2017.

Untuk harga gula pasir di Puncak Jaya dijual seharga Rp1.450.000 per sak sementara di Jayapura Rp650.000 per sak. Lalu, harga tepung terigu Rp600.000 per sak sementara di Jayapura Rp180.000 per sak.
Kemudian, harga minyak goreng yang dijual di Puncak Jaya Rp150.000 per jeriken sementara di Jayapura sebesar Rp75.000 per jeriken. Bawang merah di Puncak Jaya dijual Rp90.000 per kg sementara di Jayapura Rp33.000 per kilogram (kg).
"Jadi, masalah pemerataan bukan hanya semen saja," ungkap dia.

Selain itu, daging sapi di Puncak Jaya juga sangat melambung bahkan melebihi Jakarta. Di Puncak Jaya harga daging sapi sebesar Rp180.000 per kg. Ayam boiler sebesar Rp60 ribu per kg. Telur ayam Rp100.000 per trak. Garam dapur sebesar Rp10.000 sampai Rp15.000 per bungkus dan beras premium dibanderol dengan harga Rp25.000 sampai Rp35.000 per kg.
Karena hal itu, Henock meminta Menteri BUMN untuk membantu mengatasi masalah disparitas harga dengan cara menyubsidi beberapa jenis bahan pokok.
"Masyarakat minta masalah sembako. Apa artinya semen turun, yang lain mahal, mahal, mahal. Sebab kita bicara pemerataan," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News