"Semen Indonesia ke depan mengganggap daya saing nomor satu untuk menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) adalah kapasitas, jadi kami sudah memiliki rencana untuk tambah kapasitas dan tambah target baru," kata Presiden Direktur Semen Indonesia Dwi Soetjipto, saat berkunjung ke kantor Media Group, Jakarta, Rabu (15/10/2014).
Di Asia Tenggara, Semen Indonesia tercatat menduduki peringkat pertama dari segi kapasitas terpasang yakni 31,1 mio tons per tahun disusul dengan Holcim 26,7 mio tons per tahun, Siam Cement 23,5 mio tons per tahun, dan Lafarge Cement 21,1 mio tons per tahun. Dengan kondisi pasar, kelebihan suplai terjadi di Vietnam dan Thailand sedangkan kelangkaan suplai terjadi di Laos, Kamboja, Singapura, dan Timor Leste.
Untuk Filipina dan Malaysia kebutuhan tergolong seimbang. "Kami masih tidak terbesar karena ancaman dari mergernya Lafarge dan Holcim jadi tantangan ke depan untuk bersaing dengan merek global," tukas Dwi.
Tantangan tersebut mendorong Semen Indonesia untuk menambah target baru yakni Myanmar. Meskipun ekonomi negara tersebut belum tergolong maju namun Myanmar dapat menjadi akses Semen Indonesia untuk masuk pasar Thailand dan Asia Selatan.
"Kami punya planning untuk sinergi produksi dari Sumatera (Semen Padang), Jawa (Semen Gresik), dan Sulawesi (Semen Tonasa), dan Thang Long Cement (Vietnam), agar bisa supply untuk Asia Tenggara," ujar Dwi. Sinergi distribusi juga dioptimalkan dengan adanya pelabuhan di 11 lokasi yang tersebar di Indonesia, Malaysia, dan Vietnam.
Dari domestik, Semen Indonesia memiliki target pertumbuhan 6% di tahun ini dan tahun depan dengan memaksimalkan titik-titik produksi sebaik mungkin agar target kapasitas produksi masing-masing 60 mio tons dan 69,8 mio tons tercapai.
Sekretaris Perusahaan Semen Indonesia, Agung Wiharto menyatakan, dengan target kapasitas terpasang mencapai 71,5 mio tons di 2014 dan 82,2 mio tons di 2015, penambahan kapasitas terpasang sedang dilakukan dengan pembangunan pabrik dan penambahan cement mill.
Sesuai data Semen Indonesia penambahan kapasitas sejak 2013 Semen Indonesia sudah menambah cement mill dengan kapasitas 1,5 mio tons di Tuban, tahun ini penambahan cement mill 0,9 mio tons di Dumai dan penambahan kapasitas cement mill yang telah ada 0,4 mio tons di Gresik Plan B. Tahun depan selain penambahan cement mill 1,5 mio tons di Tonasa, pembangunan pabrik semen dengan kapasitas 3 juta mio tons di Indarung IV, Sumatera Barat pada kuartal empat.
"Kalau yang dari kemarin jadi pembicaraan itu pabrik yang di Rembang, Jawa Tengah, kapasitasnya 3 juta ton per tahun dengan belanja modal (capital expenditure/capex) USD403 juta, mudah-mudahan selesai 2016, kami rencanakan operasi tahun berikutnya," ucap Agung.
Adapun, biaya pembangunan pabrik semen di Rembang tersebut menurut Agung akan mencapai Rp4,5 triliun jika dikonversi dengan kurs rupiah saat ini.
Semen Indonesia pun menargetkan dari pabrik semen di Rembang, Jawa Tengah diprediksi akan mendapat revenue Rp3 triliun per tahun. Dari revenue tersebut sebanyak Rp2,5 triliun masuk sebagai pembiayaan perusahaan.
Semen Indonesia juga menyatakan pabrik Rembang berbasis ramah lingkungan yang terlihat dari pemakaian heat consumption yang hanya 730 kcal/kl dari pabrik pada umunya 800 kcal/kl, listrik yang kurang dari 90 kwh/ton dari pabrik pada umumnya 100 kwh/ton, dan emisi debu yang hanya 30 mg/Nm3 dari pabrik lain 50 mg/Nm3. Masyarakat sekitar juga diberdayakan untuk menjadi tenaga kerja mulai dari tukang batu sampai dengan karyawan kantor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News