Ilustrasi batu bara -- ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Ilustrasi batu bara -- ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

51 Perusahaan Raih ET Batu Bara

Anshar Dwi Wibowo • 19 September 2014 19:16
medcom.id, Jakarta: Sebanyak 51 perusahaan telah memenuhi syarat untuk menjual batubara keluar negeri setelah mendapatkan syarat perizinan sebagai eksportir terdaftar (ET) dari Kementerian Perdagangan (Kemendag).
 
"Batu bara sudah 51," ujar Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Partogi Pangaribuan, di Jakarta, Jumat (19/9/2014).
 
Sebanyak 51 ET terdiri dari 16 pengusaha pemegang PKP2B (perjanjian karya pengusahaan pertambangan batu bara), 25 pengusaha pemegang izin usaha pertambangan (IUP), dan 10 pengusaha pemegang izin usaha operasi produksi khusus untuk pengangkutan dan penjualan.

Partogi berkeyakinan, jumlahnya akan cepat bertambah karena Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sudah melakukan proses clean and clear (CnC) selama dua tahun terakhir terhadap perizinan tambang batubara perusahaan-perusahaan. Dengan begitu, proses selanjutnya akan lebih mudah dan lebih cepat.
 
"Ini diperkiarkan akan bertambah karena bagaimana pun juga jauh sebelumnya ESDM sudah melakukan clean and clear terhadap perushaan batu bara sehingga ketika dipersyaratkan dalam mengelaurkan rekomendasi mereka tinggal melakukan pengecekan ulang," tuturnya.
 
Lebih lanjut, Partogi mengatakan, kekhawatiran ekspor akan berkurang akibat proses penertiban ekspor batu bara tidak akan terjadi. Hal ini berkaca dari sudah dikeluarkannya ET untuk semua perusahaan pemagang lisensi PKP2B. Sebab, sekitar 80 persen penyumbang ekspor berasal dari perushaan-perusahaan tersebut.
 
"Tolong dipisahkan, ini bukan berkurang karena kebijakan. Kebijakan ini dalam rangka mengamankan kesimbangan resources dan penerimaan negera dari royalti. Kalau ini sudah dipenuhi mereka bisa ekspor," katanya.
 
Pun, lanjutnya, jika terjadi penurunan ekspor, hal tersebut lebih disebabkan sedang menurunnya permintaan batubara dari pasar global. "Pasar global memang lagi menurun. Kalau menurun, industri di luar negeri yang membutuhkan batu bara akan mengurangi," ucapnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AHL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan