"Kita masih minta mencabut gugatannya, kita tunggu sampai sidkab, jadi begitu sidkab dia belum cabut, maka sidkab akan memutuskan," tukas Menteri Koordinator Perekonomian, Chairul Tanjung di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (11/7/2014).
Mengenai sanksinya, Menko Perekonomian masih tutup mulut karena ini merupakan strategi untuk perang. Sidang kabinet sendiri masih belum dapat dipastikan waktunya namun menurut Chairul, hari ini dia akan meminta waktu kepada presiden untuk melakukan sidkab yang diharapkannya berlangsung di pekan depan. "Kalau bisa langsung, Alhamdulillah," tambahnya.
Sementara itu untuk Freeport sendiri menurutnya juga masih menunggu sidang kabinet baru kemudian side letter dapat dikeluarkan. Senada dengan Chairul, Menteri Keuangan, Chatib Basri juga mengemukakan bahwa sebaiknya Newmont mencabut arbitrasenya sebelum sidang kabinet dilaksanakan. Jika tidak, sidang kabinet akan memutuskan sanksi yang sejauh ini masih dirahasiakan.
Kendati demikian, Chatib masih optimis jika renegosiasi Freeport selesai dan bea keluar telah ada akan membawa peningkatan dalam neraca perdagangan.
"Total ekspor mineral kita US$5,3 miliar, mineral ore, enggak cuma Freeport termasuk yang lain-lain, jadi kalau itu ekspor jalan sekitar segitu tambahannya, akan tambah segitu," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News