Unilever/Reuters.
Unilever/Reuters.

Unilever Takkan Naikkan Harga Produk di Bulan Ramadan

Ekonomi unilever indonesia
Dian Ihsan Siregar • 14 Juni 2016 19:37
medcom.id, Jakarta: ‎Governance and Corporate Affairs Director & Corporate Secretary Unilever Indonesia, Sancoyo Antarikso mengatakan ‎perusahaan belum memikirkan untuk menaikkan harga pada saat Bulan Ramadan tahun ini.
 
Dia mengaku sudah menaikkan harga di awal tahun. Nilai tukar rupiah terhadap USD yang bergejolak membuat harga produk perseroan mengalami kenaikan 1,9 persen di Februari 2016.
 
"Sampai saat ini belum ada kenaikan harga. Kemudian kalau kenaikan selama bulan puasa, bila dibanding tahun lalu ada kenaikan yang tinggi dari biasanya," jelas Sancoyo ditemui dalam public expose perseroan di Hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa (14/6/2016).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sancoyo menekankan, pada tahun lalu perseroan sudah menaikkan harga produk sebanyak tiga kali. Sedangkan tahun ini baru satu kali, dan belum ada perkiraan harga untuk dinaikkan kembali atau tidak.‎
 
"Tahun lalu kita ada tiga kali naik harga. Kita tidak tahu, kalau tiba-tiba ada input cost naik, rupiah melemah, kita tidak bisa perkirakan berapa kali naik tahun ini, tahun lalu naik Maret, Agustus, Oktober, total 3 persen dari tiga kali kenaikan," tegas Sancoyo.
 
Sebagai informasi, ‎harga bahan bakar minyak (BBM) sudah mengalami penurunan hingga berkali-kali. Meski demikian, emiten consumer goods, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) belum menurunkan harga jual produknya ke masyarakat.
 
‎Sancoyo menyebutkan, dalam memperhitungkan harga harus melihat dari berbagai sisi. Sehingga, perusahaan tidak serta merta bisa menurunkan atau menaikkan harga produk yang akan dijual ke masyarakat.
 
‎"Kita terus monitor dari berbagai sisi. Kita lihat pergerakan rupiah. Pergerakan harga CPO dan banyak lagi. Jadi banyak faktor yang harus kita perhitungkan untuk memperhitungkan harga jual," urai Sancoyo.
 
Sepanjang 2015, pendapatan Unilever menjadi Rp36,5 triliun atau meningkat 5,7 persen dibandingkan 2014. Sedangkan, pertumbuhan laba di 2015 mengalami pertumbuhan sebesar 2 persen menjadi Rp5,85 triliun, bila dibandingkan laba 2014.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif