Ketua Umum APPI Suwandi Wiratno (MI/M IRFAN)
Ketua Umum APPI Suwandi Wiratno (MI/M IRFAN)

Perusahaan Pembiayaan Berharap Perbankan Turunkan Suku Bunga

Ekonomi multifinance
Eko Nordiansyah • 26 Januari 2016 13:55
medcom.id, Jakarta: Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) masih menunggu suku bunga perbankan diturunkan untuk menurunkan tingkat suku bunga pembiayaan. Hal itu dilakukan walau Bank Indonesia (BI) sudah menurunkan suku bunga acuan atau BI rate menjadi sebesar 7,25 persen.
 
Ketua Umum APPI Suwandi Wiratno menjelaskan, suku bunga bank tidak akan begitu saja turun mengikuti BI rate. Pasalnya, saat ini industri perbankan juga masih menghadapi tekanan terutama dari tingginya rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL).
 
"Kalau itu turun tidak serta merta suku bunga bank turun. Karena perbankan juga menghadapi tekanan terhadap NPL dan ada komposisi pinjaman sendiri. Kalau kita industri belum melihat perbankan sudah menurunkan," kata Suwandi, di Hotel Raffles, Jakarta Selatan, Selasa (26/1/2016).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dirinya menilai, efek diturunkannya BI rate sebesar 25 basis poin tidak akan dirasakan secara langsung oleh industri keuangan. Bahkan, dirinya menyebutkan, jika dampak penurunan suku bunga acuan baru dirasakan setelah beberapa bulan ke depan.
 
Lebih lanjut, Suwandi berharap jika bank bisa dengan segera menurunkan suku bunga, utamanya suku bunga kredit. Hal ini, kata dia, akan mendorong penurunan bunga pembiayaan sehingga mendorong pertumbuhan di perusahaan pembiayaan.
 
"Harapan kita dari asosiasi, bank turunkan suku bunga agar kita juga bisa turun, karena semua tergantung bank. Karena kita bukan deposit banking. Kalau mau kita turun, kita harus tunggu bank. Kita tanya orang bank bagaimana reaksinya setelah BI rate turun," pungkasnya.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif