Oleh karena itu, konsorsium PT Medco Energi Internasional Tbk milik Arifin Panigoro berniat mengambil alih saham Newmont. Terlebih lagi, Presiden Joko Widodo juga mendukung rencana pengusaha nasional mengambilalih perusahan asing tersebut.
"Saya pikir itu hanya masalah pilihan saja, BUMN itu mungkin banyak sekali opportunity yang lain. Bagi BUMN yang mereka sangat tertarik disaat BUMN terdorong untuk melakukan banyak investasi di infrastruktur," ujar Sofyan, di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Rabu (6/4/2016).
Sofyan menambahkan, pemerintah akan selalu mendukung langkah Arifin tersebut. Apalagi, lanjut dia, potensi yang dimiliki oleh Newmont akan sangat menguntungkan bagi Indonesia ketika harga komoditas kembali normal.
"Kalau Newmont itu private tidak menambah infrastruktur tapi secara komersial itu mungkin potensi yang bagus, apalagi kalau harga komoditi jangka menengah akan rebound," jelas dia.
Sebelumnya bos Medco mengaku, salah satu alasan ingin mengakuisisi Newmont adalah upaya perusahaan mengembangkan sektor usaha. Selama ini Medco bergerak di bidang eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi.
Selain itu, Medco juga mempunyai industri hilir yang memproduksi elpiji, distribusi bahan bakar diesel dan pembangkit tenaga listrik. Oleh sebab itu, penting bagi perusahaan untuk menambah lini bisnis. Bahkan, Medco tidak segan membangun pabrik pemurnian (smelter) seperti yang telah diatur pemerintah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News