Pilpres. Foto : Medcom.
Pilpres. Foto : Medcom.

Pemilu Berdampak Positif bagi Kinerja Ekonomi 2019

Ekonomi ekonomi indonesia pemilukada serentak
Suci Sedya Utami • 05 Februari 2020 17:39
Jakarta: Ekonomi Indonesia di 2019 tumbuh 5,02 persen. Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan kendati mengalami pelemahan karena lebih rendah dibanding tahun lalu yang mencapai 5,17 persen. Indonesia masih bisa mempertahankan di level lima persen di tengah ketidakpastian ekonomi.
 
"Dengan memperhatikan kondisi yang luar biasa, triwulan empat memang betul ada perlambatan, ada ekspektasi karena di bawah lima persen. Tapi kalau dibandingkan penurunannya dengan yang lain Alhamdulillah sampai akhir tahun masih di atas lima persen," kata Kepala BPS Suhariyanto di kantor BPS, Jakarta Pusat, Rabu, 5 Februari 2020.
 
Dirinya menjabarkan, berdasarkan pengeluaran, pertumbuhan tertinggi di tahun lalu yaitu konsumsi lembaga nonprofit rumah tangga (LNPRT) yang tumbuh 10,62 persen. Ia bilang hal ini dikarenakan adanya pemilu. Kemudian konsumsi rumah tangga tumbuh 5,04 persen sepanjang tahun. Konsumsi rumah tangga berkontribusi sebesar 2,73 persen terhadap pertumbuhan ekonomi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu juga didorong oleh pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi yang tumbuh 4,45 persen dan konsumsi pemerintah yang tumbuh 3,25 persen.
 
Namun sayangnya ekspor dan impor pertumbuhannya terkoreksi atau jatuh masing-masing 0,85 persen dan 7,69 persen. Jatuhnya ekspor terutama patut diwaspadai agar ke depannya tidak berkelanjutan dan berdampak pada defisit neraca perdagangan.
 
"(Waspadai) bagaimana supaya neraca dagang enggak alami defisit ke depan, tentunya enggak gampang dilakukan mengingat perekonomian global yang masih lemah dan tidak stabil," jelas dia.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif