NEWSTICKER
Chairul Tanjung  - - Foto: Medcom/Husen Miftahudin
Chairul Tanjung - - Foto: Medcom/Husen Miftahudin

Virus Korona Bikin Pengusaha Cemas

Ekonomi Virus Korona dunia usaha
Ilham wibowo • 26 Februari 2020 11:41
Jakarta: Founder & Chairman CT Corp Chairul Tanjung menyebut perekonomian global telah berubah dari kondisi ketidakpastian menjadi kondisi kecemasan. Tantangan ini imbas penyebaran virus korona di Tiongkok yang menyebar ke berbagai negara.
 
"Pertanyaannya adalah apakah virus korona ini masih menjadi epidemi lokal atau global pandemi, ini sesuatu yang harus diantisipasi ke depan," kata Chairul saat membuka CNBC Indonesia Economic Outlook 2020, di Hotel Ritz Carlton, SCBC, Jakarta, Rabu, 26 Februari 2020.
 
Pada 2020, kata Chairul, kehadiran virus korona juga secara langsung mengoreksi pertumbuhan ekonomi Tiongkok sebesar 1,5 persen serta berdampak ke negara lain. Sebab, aktivitas bisnis di negara dengan perdagangan terbesar kedua dunia tersebut masih terhambat hingga waktu yang tak jelas.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pasar sekarang dalam kondisi kecemasan, masyarakat cemas apa yang akan terjadi, kita tahu bahwa Tiongkok pusat industri dunia," ujarnya.
 
Chairul memaparkan bahwa virus korona sudah berdampak negatif ke sektor pariwisata di Tanah Air dengan hilangnya jumlah besar turis dari Tiongkok. Dampak lain akan dirasakan industri elektronik serta bahan baku dari Tiongkok untuk sektor obat-obatan dan kosmetik.
 
"Kita pikir hanya elektronik ternyata obat-obatan dan kosmetik juga terkena karena ingredient banyak diimpor Tiongkok," ungkapnya.
 
Dalam setiap penurunan satu persen ekonomi Tiongkok bakal mengkoreksi 0,3 persen ekonomi Indonesia. Kondisi ini perlu diantisipasi dengan sinergi oleh seluruh pemangku kepentingan.
 
"Namun kita bersyukur inflasi kita tetap rendah masih di kisaran tiga persen. Ini berarti BI masih bisa kembali menurunkan suku bunga, tapi inflasi rendah ini bisa juga rendahnya daya beli masyarakat Indonesia," tutur dia.
 
Kecemasan pelaku usaha, lanjutnya, juga diperparah lantaran masalah di dalam negeri misalnya terkait polemik Jiwasraya. Mantan Menko Perekonomian ini mengharapkan polemik di industri keuangan tersebut tidak berdampak seperti wabah virus.
 
"Sebagai bangsa yang besar, kita telah banyak melewati tantangan, krisis dan kita selamat. Kita percaya di era kepemimpinan Presiden Jokowi yang kedua ini dapat kita atasi, apalagi biasanya kalau di periode kedua pemerintah akan lebih piawai," pungkasnya.
 

(Des)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif