Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Agung Hendriadi mengecek kualitas beras di tempat produksi Gapoktan Mekar Jaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu, 19 November 2017 (Foto:Roni Kurniawan)
Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Agung Hendriadi mengecek kualitas beras di tempat produksi Gapoktan Mekar Jaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu, 19 November 2017 (Foto:Roni Kurniawan)

Kepala BKP Kementan Tinjau Gapoktan Mekar Jaya

Ekonomi berita kementan
Roni Kurniawan • 19 November 2017 17:35
Bandung: Dalam rangka menjalankan program Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM), Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mekar Jaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, telah menyuplai beras ke beberapa Toko Tani Indonesia (TTI) daerah di Jawa Barat hingga Jabotabek. Gapoktan yang dibentuk pada tahun 2008 hingga kini, beranggotakan 13 kelompok tani dengan 500 orang petani.
 
Menurut Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan), Agung Hendriadi, hadirnya Gapoktan yang memasarkan beras melalui TTI bertujuan untuk memutus mata rantai penjualan beras.
 
"Jadi dengan adanya program ini guna menghindari manipulasi harga yang terjadi di tingkat perantara maupun distributor. Program ini untuk memutus mata rantai penjualan beras," kata Agung, saat meninjau Gapoktan Mekar Jaya di Kampung Rancamanuk RT 02/13 Kelurahan Warga Mekar, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu, 19 November 2017.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Agung menuturkan, adanya program PUPM itu sebagai upaya pemerintah untuk menstabilkan harga beras agar bisa dibeli masyarakat dengan harga terjangkau. Melalui program tersebut, masyarakat bisa membeli beras jenis premium seharga Rp8 ribu per kilogram.
 
"Harga dari Gapoktan Rp7.700. Di TTI bisa dijual Rp8 ribu. Jadi marginnya tetap terjaga, masih ada keuntungan bagi penjual beras," ujar Agung.
 
Gapoktan yang berada di Kabupaten Bandung memiliki 360 hektare area garapan, dan pada tahun 2017 mendapatkan bantuan sebesar Rp160 juta, yang dialokasikan untuk pembelian gabah Rp100 juta dan biaya operasional Rp60 juta.
 
Ketua Gapoktan Mekar Jaya Asepullah menuturkan, sejak Mei hingga November 2017 telah membeli gabah sebanyak 75 ton dengan harga rata-rata Rp5 ribu per kilogram. Selanjutnya, gabah diproses menjadi beras dengan rata-rata sebesar 60 persen hingga menghasilkan beras sebanyak 45 ton.
 
"Beras itu dipasok ke TTI daerah Kota Depok sebanyak 23 ton, dan ke TTI lokal di sini (Kabupaten Bandung) sebanyak 20 ton. Sisa gabah di gudang masih ada enam ton," kata Asep, ditemui di lokasi yang sama.
 

(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif