Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)

Menjaga Ketahanan Pangan di Pedesaan dan Dampaknya Bagi Negara

Ekonomi ketahanan pangan fao
Gervin Nathaniel Purba • 20 Oktober 2017 09:22
medcom.id, Kubu Raya: Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) menilai migrasi memiliki dampak pada situasi ketahanan pangan, baik dampak positif maupun dampak negatif.
 
Perwakilan FAO di Indonesia dan Timor Leste Mark Smulders mengatakan di Indonesia banyak penduduk desa yang bermigrasi karena alasan ekonomi. Mereka bermigrasi dari desa ke kota, tetapi juga ke negara lain.
 
"Pada 2014, jumlah resmi pekerja Indonesia yang bekerja di luar negeri hampir 500 ribu orang, dimana lebih dari separuhnya adalah wanita," ujar Smulders pada peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) XXXVII di di Markas Kodam XII/Tanjungpura, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Kamis 19 Oktober 2017.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Smulders, para migran tersebut mengirim uang kepada keluarga di kampung halaman agar keluarga mereka bisa menjalani kehidupan yang lebih baik. Besaran kiriman uang tahunan dari para migran mencapai sekitar USD10 juta atau sekitar satu persen dari PDB.
 
Banyak penduduk desa yang bermigrasi, lanjut Smulder membuat semakin sedikit penduduk desa yang memberikan makan pada bangsa yang sedang berkembang. Di Indonesia sendiri, saat ini 45 persen penduduknya tinggal di pedesaan dan meski 1/3 pekerja formal di seluruh negeri masih bekerja di bidang pertanian, pekerjaan mereka menjadi semakin penting.
 
"Dengan migrasi desa ke kota yang konstan, dan terlepas dari jumlah penduduk yang meningkat, setiap tahun semakin sedikit orang yang tinggal di pedesaan," jelasnya.
 
Dirinya menambahkan selama 15 tahun terakhir, penduduk daerah perkotaan di Indonesia meningkat sebanyak 50 juta orang. Sementara jumlah penduduk di pedesaan menyusut sebanyak lima juta orang.
 
"Pada 2016 saja jumlah orang yang pindah dari pedesaan ke perkotaan mencapai sekitar tujuh juta orang," ungkapnya.
 
Dalam konteks ini, Smulder menekankan bahwa penduduk desa yang jumlahnya semakin sedikit tetap harus memberi makan penduduk di seluruh negeri yang jumlahnya terus bertambah. Oleh sebabnya sektor pangan dan pertanian tetap menjadi mata pencaharian utama dan penting bagi kesejahteraan masyarakat.
 
"Jika Indonesia ingin memberi makan penduduknya sendiri dengan komposisi makanan yang baik di masa depan, kita harus membuat kehidupan di desa menjadi lebih menarik dan membuat pekerjaan di sektor pertanian lebih menguntungkan," pungkasnya.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif